Harta Karun Laut RI Terungkap! UB Temukan 2 Genus & 7 Spesies Mikroalga Baru yang Mengejutkan

oleh -625 Dilihat

KILASJATIM.COM, Malang – Kekayaan biodiversitas laut Indonesia yang tak terhingga kembali terbukti. Tim peneliti dari Universitas Brawijaya (UB) berhasil mengungkap harta karun mikroskopis yang tersembunyi di perairan Pulau Bawean dan Teluk Tomini, Sulawesi Tengah, dengan mengidentifikasi dua genus dan tujuh spesies mikroalga baru dari famili Catenulaceae yang belum pernah dikenal sains sebelumnya.

Penemuan monumental ini dipimpin oleh Oktiyas Muzaky Luthfi, S.T., M.Sc., dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UB. Penelitian ini merupakan buah kolaborasi internasional antara UB dan Universitas Szczecin, Polandia, serta melibatkan berbagai institusi mitra lainnya.

Menggunakan kombinasi analisis morfologi presisi tinggi melalui mikroskop cahaya dan mikroskop elektron pemindai (SEM), para ilmuwan menyisir sedimen dan pecahan karang mati di lingkungan laut tropis dangkal. Fokus mereka adalah mengungkap keragaman diatom, kelompok mikroalga bersel tunggal dengan cangkang silika yang unik.

Dua Genus Baru Menggemparkan Dunia Taksonomi

Hasilnya mencengangkan. Tim berhasil mengidentifikasi dua genus yang sama sekali baru bagi ilmu pengetahuan:

  • Paracatenula: Ditemukan di Gili Iyang, Bawean, genus ini diwakili oleh spesies Paracatenula porostriata. Ciri khasnya terletak pada struktur cangkang melingkar dengan pori-pori halus (porostriata) dan bentuk katup (penutup cangkang) yang pipih dan asimetris.
  • Wallaceago: Spesies Wallaceago porostriatus dari genus baru ini ditemukan di Teluk Tomini. Keunikannya tampak pada bentuk katup yang menyerupai separuh belah ketupat dan keberadaan garis-garis halus hanya di bagian bawah katup. Nama “Wallaceago” dipilih sebagai penghormatan kepada Alfred Russel Wallace, naturalis legendaris yang berkontribusi besar pada pemahaman biogeografi Kepulauan Nusantara.

Tujuh Spesies Baru Melengkapi Penemuan

Selain dua genus tersebut, penelitian ini juga sukses mengidentifikasi lima spesies baru dari genus Catenula (Catenula boyanensis, Catenula komodensis, Catenula decusa, Catenula densestriata) dan satu spesies baru dari genus Catenulopsis (Catenulopsis baweana), menambah total temuan menjadi tujuh spesies baru.

Baca Juga :  Dari Limbah Kulit Bawang Disulap Jadi Tinta, Raihan Siswa SMP di Surabaya Tambah Cuan

Masing-masing spesies ini menunjukkan karakteristik unik pada pola garis (striae), bentuk katup, hingga ornamen mikroskopis pada cangkang silikanya, menegaskan kekayaan variasi dalam kelompok mikroalga ini.

Lebih dari Sekadar Nama Baru
Oktiyas Muzaky Luthfi menekankan bahwa penemuan ini bukan sekadar penambahan nama dalam daftar taksonomi.

“Ini adalah bukti sahih bahwa lautan kita masih menyimpan begitu banyak rahasia kehidupan mikroskopis yang belum terungkap dan belum kita pahami sepenuhnya,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (5/5/2025).

Temuan ini, lanjutnya, memiliki implikasi penting sebagai data dasar untuk pemantauan kesehatan lingkungan laut, studi ekologi perairan tropis yang lebih mendalam, serta rekonstruksi kondisi lingkungan masa lalu melalui kajian paleoekologi.

Penemuan ini juga menjadi pesan kuat bagi para mahasiswa dan peneliti muda. Oktiyas mendorong mereka untuk tidak ragu menjelajahi bidang riset yang mungkin tampak kurang populer, seperti taksonomi mikroalga.

“Seringkali mahasiswa bingung mencari topik skripsi, merasa ide sudah habis. Padahal, dengan kekayaan biodiversitas seperti yang kita miliki, sumber inspirasi ada di sekitar kita. Seharusnya tidak ada kata ‘mentok’ ide,” tegasnya.

Oktiyas menambahkan bahwa studi ekologi dan taksonomi mikroalga memiliki potensi besar untuk menghasilkan lebih banyak publikasi berkualitas dan kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan dan pengelolaan lingkungan.

“UB memiliki potensi besar untuk menjadi pusat unggulan riset mikroorganisme laut. Kami berkomitmen untuk terus mengungkap dan mempublikasikan spesies-spesies baru. Ini bukan hanya kebanggaan ilmiah, tetapi juga langkah strategis membawa nama UB dan Indonesia ke kancah sains global,” pungkasnya. (TQI)

No More Posts Available.

No more pages to load.