Siswa Sebut TKA Mudah, Ini Penjelasan Menteri Soal Kualitas

oleh -318 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Hari kedua pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMP dipantau langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, salah satunya di SMP Negeri 1. (Foto: dok Diskominfo Surabaya)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMP hari kedua di Surabaya mendapat respons beragam. Sejumlah siswa menilai soal relatif mudah, memunculkan pertanyaan soal ketajaman TKA dalam mengukur kemampuan akademik.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti yang meninjau langsung pelaksanaan ujian di SMPN 1 Surabaya mengakui adanya respons tersebut. Namun, ia menegaskan kemudahan soal tidak serta-merta menurunkan kualitas pengukuran.

“Siswa menyampaikan soal relatif mudah, tetapi itu tidak berarti tidak bisa mengukur kemampuan,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Menurutnya, TKA dirancang tidak hanya menguji hafalan, tetapi juga literasi, numerasi, serta pemahaman konsep. Karena itu, tingkat kesulitan bukan satu-satunya indikator kualitas.

“TKA tetap menjadi alat ukur untuk melihat capaian belajar sekaligus membentuk karakter, termasuk kejujuran,” katanya.

Di lapangan, pelaksanaan TKA berlangsung lancar dengan dukungan fasilitas komputer di sekolah. Kegiatan belajar siswa lain tetap berjalan karena ujian dilakukan secara bergiliran.

Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Febrina Kusumawati, menyebut antusiasme siswa cukup tinggi. Namun, ia mengakui masih ada catatan terkait durasi pengerjaan soal.

“Antusiasme tinggi, tapi manajemen waktu masih menjadi tantangan bagi sebagian siswa,” ujarnya.

TKA sendiri mulai diintegrasikan dalam sistem pendidikan, termasuk menjadi salah satu komponen penilaian pada jalur prestasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Hal ini membuat hasil ujian memiliki dampak lebih luas bagi siswa.

Kondisi tersebut memunculkan perhatian baru: sejauh mana TKA mampu menjadi alat ukur yang adil dan akurat di tengah persepsi soal yang dinilai tidak terlalu sulit.

Evaluasi menyeluruh baru akan dilakukan setelah seluruh rangkaian ujian selesai. Hasilnya akan menjadi dasar penyempurnaan sistem penilaian ke depan.

Dengan respons siswa yang cenderung positif, sekaligus munculnya catatan kritis, pelaksanaan TKA menjadi ujian awal bagi pemerintah dalam memastikan keseimbangan antara kemudahan akses dan ketepatan pengukuran kemampuan akademik.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.