Geospasial Kejahatan Surabaya, Petakan Kawasan Rawan

oleh -966 Dilihat

KILASJATIM.COM, SURABAYA – Website yang diberi nama Geospasial Kejahatan Surabaya adalah karya dari Mudhafiq Sholiq mahasiswa Teknik Informatika Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, yang berinovasi melalui penelitian tugas akhir dipicu maraknya tindak kejahatan yang terjadi di Kota Surabaya.

Melalui website ini, titik kejahatan di sejumlah tempat khususnya di wilayah Kota Surabaya ditandai dengan titik merah. Menggunakan metode K – Means Clustering, di tiap kawasan terjadinya kejahatan oleh Dhafiq ditandai dengan titik merah untuk memudahkan memberikan informasi kepada pengguna website.

“Website ini tentu saja bisa membantu pihak Polrestabes Surabaya untuk mengelola persebaran wilayah kejahatan yang terjadi di Kota Surabaya. Sekaligus juga dapat dimanfaatkan guna melacak lokasi atau tempat kejahatan terjadinya kejahatan berdasarkan laporan masyarakat yang masuk. Karena website ini tersambung dengan Google Map, ” terang Dhafiq.

Penelitian yang dilakukan sekitar 10 bulan ini, lanjut Dhafiq juga dilengkapi dengan kategori-kategori kejahatan. Diantaranya kejahatan pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor hingga pelecehan seksual. “Penggabungan teknologi Geospasial memberikan kemudahan menampilkan visualisasi persebaran kejahatan dalam bentuk peta. Pada peta tersebut dihadirkan kawasan atau lokasi rawan kejahatan dan jumlah kasus kejahatannya, dengan metode algoritma K – Means Clustering, ” lanjut Dhafiq.

Ditemui secara terpisah, Supangat Kepala Program Studi Sistem Teknologi dan Informasi Untag Surabaya menambahkan bahwa website karya mahasiswanya ini real time. “Real time. Karena website ini tidak sekedar berbasis website saja. Tetapi juga menggunakan algoritma, sehingga mampu menampilkan zonasi wilayah rawan kejahatan di Kota Surabaya, ” kata Supangat.

Karena website karya Dhafiq ini sudah bisa dimanfaatkan, Supangat menambahkan bahwa pihak Kepolisian jika ingin memanfaatkan maka cukup diberikan akses agar bisa masuk dan menggunakan website Geospasial Kejahatan Surabaya tersebut. “Tentunya, kalau ingin lebih dikembangkan, website ini bisa saja digunakan untuk kebutuhan lebih detil. Misalnya untuk tracking dengan memanfaatkan Artificial Intelligen, ” tutup Supangat.(tok)