KILASJATIM.COM, Surabaya – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) resmi menerima 210 guru TK dan SD dalam Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Program ini menjadi bagian dari upaya nasional yang menyasar 12.500 guru yang belum bergelar sarjana untuk difasilitasi melanjutkan studi di LPTK penyelenggara.
Rektor Unusa Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng. menegaskan penunjukan ini menjadi bukti pengakuan pemerintah terhadap kualitas Unusa. “Kami bangga ditunjuk untuk menjalankan amanah ini. Insya Allah kami akan mendidik para guru dengan sebaik-baiknya, sekaligus meningkatkan kompetensi mereka agar kelak ketika kembali menyandang gelar sarjana, proses belajar mengajar makin baik dari sebelumnya,” ujarnya.
Para guru yang diterima terdiri dari 142 mahasiswa Prodi PGPAUD dan 68 Prodi PGSD, berasal dari Bangkalan, Surabaya, Pasuruan, Kediri, Jombang, hingga Kalimantan Timur. Mereka mengikuti perkuliahan dengan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Afirmasi.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru sebagai program prioritas pemerintah. “Guru adalah ujung tombak pendidikan. Dengan peningkatan kualifikasi dan kompetensi, kita menyiapkan generasi muda Indonesia yang lebih siap menghadapi masa depan,” tegasnya.
Senada, Direktur Jenderal GTKPG Nunuk Suryani menyebut program ini hadir untuk memperluas kesempatan guru meningkatkan kualifikasi akademik. “Masih ada lebih dari 233 ribu guru yang belum memenuhi kualifikasi S-1/D-IV. Melalui skema RPL, guru tetap bisa mengajar sambil kuliah. Pemerintah juga menyiapkan bantuan hingga Rp3 juta per semester per orang sebagai bentuk afirmasi nyata,” jelasnya.
Nunuk berharap kerja sama ini menjadi langkah strategis menuju pendidikan berkualitas. “Kami percaya dengan guru yang semakin berkualitas, cita-cita menuju Indonesia Emas dapat kita wujudkan bersama,” pungkasnya.(tok)
