Wow, Pesan Kamar Tiap Tiga Menit

oleh

Malang, kilasjatim.com: Tingginya permintaan konsumen akan bisnis penginapan, membuat OYO Hotels berniat mengembangkan sayap bidang kos-kosan melalui OYO Live, mengngat Malang sebagai Kota Pendidikan yang berkembang pesat.

“Untuk Indonesia ini masih dalam persiapan, jepang sudah mengembangkan lebih dulu. Tidak lama lagi akan kami luncurkan,” kata Regional Head Java OYO Indonesia, Bayu Seto dalam jumpa pers di OYO Putri Utari Guest House, Kamis (1/8) siang.

Malang salah satu kota yang akan berpotensi untuk dikembangkan mengingat jumlah perguruan tinggi dan mahasiswa yang banyak, tentu kos-kosan sangat dibutuhkan. Tentunya dengan sistem.menyewa bulan. Sejauh ini telah terjun di bidang perhotelan dan cukup sukses mengangani masalah penginapan.

Meski OYO Hotels, jaringan penyedia layanan hotel ini baru Januari 2019 lalu masuk di wilayah Malang. Diawali dengan bekerja sama dengan hotel tradisional dan bintang tiga, kini sudah tercatat lebih dari 58 hotel lokal dengan 1.081 kamar. Dalam semester pertama pertumbuhannya mencapai 240 %. Dengan jumlah pemesanan sebanyak 20.622 kali, artinya setiap menit terjadi pemesanan.

Sementara untuk wilayah Jatim OYO Hotel telah mengembangkan jaringanya di 12 kota, melibatkan 162 hotel dan 3500 kamar dengan okupansi mencapai 95 %.

“Ini membuktikan, tidak benar kalau pasar hotel sepi atau okupansi menurun. Buktinya permintaan meningkat. Terutama dikalangan milenial, traveling kebutuhan utama disusul status di Ig, mencicil rumah nomor sekian. Disinilah OYO memberikan kemudahan menginap murah meriah,” katanya.

Jika ada hotel tidak laku, pasti ada kesalahan dan OYO memiliki misi untuk mentransformasi hotel Iokal menjadi berkualitas dengan harga kompetitif. Pihaknya akan membantu mitra pemilik hotel kecil dan menengah untuk mengelola propertinya dari hulu sampai hilir meliputi aspek teknologi, bisnis, dan transformasi properti, dengan kemampuan operasional terbaik, mulai dari sistem manajemen pendapatan, teknologi pemesanan, kontrol kualitas, jangkauan pemasaran, hingga AI (kecerdasan buatan).

”Kami menawarkan Iebih dari 20 solusi berbasis aplikasi untuk memastikan operasiona/ hotel yang mudah, serta memastikan pengalaman menginap terstandarisasi bagi tamu,” tambah Bayu.

Menurut Dian, mitra hotel pemilik OYO 353 Loesje Guest House Syariah Malang menyampaikan tingkat okupansi hotelnya mengalami peningkatan setelah beegabung dengan OYO.

“Pemasaran sistem online yang berbasis teknologi, performa hotel kami semakin meningkat  baik di dalam dan Iuar negeri. Sistem berbasis teknologi yang disediakan OYO memudahkan kami memantau tamu dan pencatatan keuangan,” katanya.

Sementara Ketua PHRI Kabupaten Malang, Suyitno menyambut positif upaya yang dilakukan OYO, mengingat Malang sedang giat membangun industri pariwisata. Dan hotel menjadi bagian penting didalamnya. Sebab itu ia berharap semakin banyak pengusaha hotel yang bermitra dengan OYO.

Sebagai jaringan hotel nomor satu di Indonesia (berdasarkan jumlah kamar), OYO telah hadir di 80 kota, lebih dari 840 hotel live dan lebih dari 20.000 kamar yang tersebar di Pulau Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Melibatkan 900 karyawan dan menciptakan 10.000 peluang ekonomi langsung dan tidak Iangsung. Kj5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *