Tingkatkan Kerjasama dengan Indonesia Yayasan Luo Huifu Taiwan Training 12 Dokter Spesialis Operasi Bibir Sumbing

oleh

Linus Shang – Lin Lee, Noordhoff Craniofacial Foundation hadir sebagai peserta Taiwan HealthCare Pavillion  di Taiwan Expo Di Surabaya

SURABAYA, kilasjatim.com: – Memperingati ultah ke 30 Yayasan Luo Huigu kranio yang didirikan di Taiwan tepatnya 1989, meningkatkan hubungan kerjasama antar bangsa di dunia kesehatan salah satunya dengan pemerintah Indonesia yang dilakukan sejak 2004 lalu.

Kerjasama dilakukan dengan memberikan bea siswa kepada 12 dokter spesialis Indonesia untuk mengikuti training operasi bibir sumbing di Taiwan.

Linus Shang – Lin Lee, Noordhoff Craniofacial Foundation, mengatakan, p
yayasan Luo Huifo Kranio telah menjalin kerjasama dengan tim medis benih Indonesia untuk tujuan pembangunan berkelanjutan melalui klinik gratis bibir dan langit langit mulut sumbing.

‘Kami telah menjalin kerjasama dengan beberapa rumah sakit di Jakarta, Bandung dan Lombok untuk membentuk tim kraniofasial dalam menyediakan perawatan medis bibir dan langit langit mulut sumbing. Sejauh ini kerjasama juga dilakukan dengan 5 klinik dan melatih 12 staf medis dan sumbangan lebih dari 30.000 dolar US perlatan medisdan mesin untuk operasi bibir dan langit mulut sumbing bagi pasien yang kurang mampu,’ kata Linus Shang di ajang Taiwan Expo di Surabaya Kamis (26/09/2019).

Saat ini upaya kerjasama terus ditingkatkan dengan tujuan membantu pasien Kranio kurang mampu di Indonesia untuk mendapatkan kembali kehidupan mereka secara normal. Ke depan akan kerjasama dengan beberapa rumah sakit dan akan buka klinik khusus pasien Kranio.

Dijelaskan Linus Shang, secara total bayi yang lahir dengan bibir sumbing di Indonesia menempati urutan ke no 4 di dunia dengan jumlah kelahiran 9000 per tahun .

Sedangkan China menempati urutan pertama dan urutan ke dua India dan nomer tiga Pakistan dengan jumlah penderita bibir sumbing terbanyak dengan ratio
1:600 perbandingan bayi yg lahir sumbing

Sejauh ini Taiwan sudah melatih 174 tenaga medis benih Kranio dari 21 negara. Dan 9 negara berhasil.melaksanakan 80 kali operasi bibir sumbing secara gratis Dan sebanyak 20 rumah sakit di 7 negara yang mendirikan rumah sakit dan yayasan kraniofasial yang memberikan operasi gratis terhadap anak anak penderita bibir dan langit langit mulut sumbing.

Untuk Indonesia sendiri jumlah dokter yang spesialis menangani bibir sumbing jumlahnya hanya hanya 200.
Diharapkan dengan memberikan training terhadap dokter Indonesia ke Taiwan maka akan semakin banyak dokter yang punya keahlian dan peduli untuk operasi bibir sumbing.Misinya dengan semakin banyak dokter spesialis bibir sumbing maka setiap bayi sumbing mendapatkan operasi yang layak dan bisa hidup normal. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *