Tagana Salurkan Sembako, Warga Dirikan Dapur Umum Mandiri

oleh

 

Jakarta, kilasjatim.com: Kementerian Sosial mengerahkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk mendistribusikan ribuan sembako warga terdampak gempa NTB dalam rangka pemenuhan kebutuhan permakanan warga dan pasokan dapur umum mandiri.

“Sebanyak 623 personel Tagana dari berbagai provinsi datang secara sukarela pascagempa Lombok. Saat ini mereka dikonsentrasikan untuk mendistribusikan logistik untuk warga, terutama sembako,” kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan sesuai arahan Menteri Sosial Idrus Marham dalam kunjungan kali ketiga ke NTB beberapa waktu lalu, kebutuhan pokok warga harus secepatnya disalurkan. Dengan demikian warga bisa memasak sendiri keperluan makanan mereka dan atau memasaknya di dapur umum mandiri yang dikelola oleh warga dan didirikan di kampung-kampung mereka.

“Jadi memang sekarang ini warga yang datang ke dapur umum lapangan untuk mengambil nasi bungkus di posko pengungsian semakin berkurang. Pertama, karena jarak dengan pemukiman warga mungkin agak jauh. Kedua, karena warga mulai mendirikan dapur umum mandiri. Hal ini bagi mereka cukup efisien karena dapur umum mandiri terletak di area tempat tinggal mereka dan sembari beraktivitas di dapur umum mereka masih bisa menengok rumahnya,” kata Dirjen.

Dikatakannya, sembako dari Kementerian Sosial seluruhnya berjumlah 11 ribu paket. Saat ini telah tersalurkan sekitar 5.000 paket berisi beras dan lauk pauk.

Sebanyak 623 personel Tagana dikerahkan untuk mendistribusikan bantuan. Mereka bukan hanya Tagana Provinsi NTB, namun secara suka rela mereka datang dari berbagai provinsi di Indonesia yakni Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, DKI Jakarta, Gorontalo, dan Bangka Belitung. Mereka adalah personel relawan yang menjadi ujung tombak dalam pengiriman bantuan Kemensos. Tagana terus bergerak menembus titik lokasi yang sulit dan atau belum tersentuh bantuan.

“Tagana yang datang ke NTB memiliki spesialisasi kemampuan di bidang Dapur Umum dan Layanan Dukungan Psikososial. Oleh karena itu mereka juga memboyong dapur umum lapangan dari provinsi masing-masing untuk ditempatkan di titik-titik posko pengungsian,” papar Harry.

Saat ini total ada 13 dapur umum keliling yang dikelola Tagana, di antaranya dapur umum yang didirikan oleh Tagana Bali, Tagana Jawa Tengah, Tagana Jawa Timur, Tagana Sumba, Tagana Bima, Tagana Dompu, dll. Ada pula tiga titik Dapur Air. Kedua dapur ini melayani pengungsi yang terkonsentrasi di tenda posko sebanyak 26.175 bungkus per hari.

Titik Dapur Umum Lapangan yang dikelola Tagana terbagi menjadi 3 kabupaten. Yakni Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Lombok Barat. Di setiap dapur umum memproduksi antara 2.000 hingga 5000 nasi bungkus per hari.

Di Kabupaten Lombok Utara, dapur umum lapangan berada di Kantor Bupati Lombok Barat, Desa Rempek Kecamatan Gangga, Posko Induk Lapangan Pemenang Kecamatan Pemenang, Posko Induk Lapangan Tanjung Kecamatan Tanjung, Kampung Bali Kecamatan Tanjung, Desa Jenggala Kecamatan Pemenang, Desa Nipah Kecamatan Pemenang.

Di Kabupaten Lombok Timur, dapur umum lapangan berada di Desa Sembalun Kecamatan Sembalun dan Desa Madayin Kecamatan Sambelia. Sementara di Kabupaten Lombok Barat berada di Desa Gunung Sari Kecamatan Gunung Sari, Desa Jeringo Kecamatan Gunungsari, Desa Lingsar Kecamatan Lingsar.

“Hari ini kami menerima laporan dapur umum juga didirikan di Kantor Wali Kota Mataram. Jadi totoal keseluruhan dapur umum lapangan sebanyak 13,” kata Dirjen Harry.

Selain membagikan sembako, Tagana juga membagikan perlengkapan keluarga dan anak-anak. Saat ini jumlah yang disalurkan sebanyak 1.200 paket dan perlengkapan mandi sebanyak 8.000 paket.

Total bantuan sosial tanggap darurat dari Kementerian Sosial untuk gempa NTB adalah Rp8,7 miliar. Terdiri dari bantuan logistik tahap I, II, III, 11 ribu paket sembako, santunan ahli waris tahap I dan II untuk 109 orang.

Sementara itu mengutip data Posko Induk Provinsi NTB, jumlah korban meninggal adalah 458 orang, 1.353 jiwa korban luka/rawat inap, 52.812 rumah rusak, 352.793 jiwa mengungsi.

“Data masih terus bergerak karena hingga hari ini proses evakuasi masih berlangsung dan masih dalam proses pencarian tim SAR,” kata Harry. Kj2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *