Pemkab Ponorogo Targetkan KLA di tahun 2020    

oleh
Workshop Konvensi Hak Anak Tahun 2019 di Gedung Korpri, Ponorogo, Selasa 8 Oktober 2019. Foto: ponorogo.go.id

KILASJATIM.COM, Ponorogo – Pemkab Ponorogo menargetnya, di tahun 2020 nanti bisa meraih Kabupaten Layak Anak (KLA).

“Kerja sama dan sinergi dengan berbagai pihak bisa dibangun dan diperkuat,” ujar

Asisten Bupati Ponorogo Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Henry Indra Wardhana usai membuka Workshop Konvensi Hak Anak Tahun 2019 di Gedung Korpri, Selasa 8 Oktober 2019.

Henry mengatakan, dengan penertiban administrasi menjadi agenda penting yang akan dilaksanakan untuk mencapai status KLA yang sempat luput pada tahun ini.

“Jadi saat penilaian yang lalu, ada 24 item yang harus dinilai. Ada beberapa item yang ternyata kita lemah. Antara lain soal administrasi atau pencatatan dan keberadaan berkas-berkas pendukung,” ungkapnya.

BACA JUGA: Wow, Atlet Taekwondo Ponorogo Rebut 3 Medali di Ajang Porprov Jatim 2019

Henry menambahkan, pelaksanaan workshop menjadi salah satu upaya agar beberapa kekurangan yang ada bisa segera dipenuhi. Tujuannya agar nilai untuk menjadi KLA bisa didapatkan.

Sementara Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos dan P3A) Kabupaten Ponorogo, Supriadi menambahkan, pada konvensi ini dihadirkan salah satu konsultan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Pembahasannya fokus pada lima kluster, yaitu kluster hak-hak sipil, kluster kebebasan, kluster hak pendidikan dan hak pemanfaatan waktu luang dan kluster hak seni budaya dan perlindungan.

“Workshop ini membahas hal-hal yang bakal kita lakukan di 2020 nanti, ya lima kluster ini,” tuturnya.

BACA JUGA: Kirab ‘Bedol Pusaka’ Adat Lestari Batoro Kathong Pendiri Ponorogo

Workshop ini dipastikan akan memberi sumbangan signifikan dalam upaya meraih predikat KLA ini. “Sehingga kita optimistis meraih KLA tahun depan,” kata Supriadi.

“Kita juga akan menjadikan seluruh kecamatan di Ponorogo layak anak. Saat ini baru ada tiga desa di tiga kecamatan. Yaitu di Kecamatan Jambon, Sukorejo dan Sampung. Targetnya 2020 nanti semuanya sudah layak anak,” jelasnya.

Pemkab Ponorogo menggelar workshop Konvensi Hak Anak untuk mencapai Kabupaten Layak Anak di 2020 mendatang.

Indikasi desa layak anak antara lain adalah terdapat bagian pembangunan dan pembinaan anak di APBDes-nya, terdapat ruang dan waktu yang cukup untuk kegiatan anak seperti lapangan dan sejenisnya, serta upaya perlindungan kepada anak.

BACA JUGA: Pertamina Tingkatkan jumlah penyaluran LPG 3 kg Di kabupaten Ponorogo hingga 110%

“Sebetulnya semua desa sudah begitu, masih banyak lapangan. Anak terlibat dalam seni budaya, juga ada. Tiap tanggal 11 banyak anak erlibat dalam gebyak reyog serentak. Artinya, sebenarnya kita sudah melakukan banyak hal tapi memang pencatatannya yang belum lengkap. Itu klemahan kita yang akan kita perbaiki mulai saat ini,” ulasnya.

Peserta workshop ini berasal dari berbagai dinas dan lembaga yang secara lintas sektoral terlibat dalam perwujudan KLA ini. Mulai dari Dinsos P3A, Dinkes, Dindik, sekolah-sekolah hingga tokoh masyarakat. Juga oleh sejumlah perwakilan anak dari Paguyuban Anak Ponorogo. Ada pula penandatanganan deklarasi untuk menjadikan Ponorogo sebagai Kabupaten Layak Anak. (kominfo/dist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *