Masuk Ponorogo, Bisnis Minimarket Harus Terima Kritik Pemkab    

oleh
Bupati Ipong menyerahkan bantuan gerobak usaha seara simbolis dari PT Indomarco Prismatama kepada sejumlah pelaku UMKM di Ponorogo.

KILASJATIM.COM, Ponorogo – Pemain usaha minimarket seperti Indomaret harus mau menerima kritik dari Pemkab Ponorogo bila ingin bisnisnya langgeng di Bumi Reyog. Salah satunya tentang plastik kresek, uang kembalian, limbah, dan kerja sama saling menguntungkan dengan pelaku usaha menengah, kecil, dan mikro di Ponorogo.

Hal ini disampaikan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni saat membuka Seminar Kewirausahaan Mandiri bersama PT Indomarco Prismatama (Indomaret) di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo, Rabu (19/2/2020). Saat memberikan arahan sebelum membuka seminar, Bupati Ipong menyebutkan ada tiga kritik utama yang selama ini dibincangkan warganya dan ia sempat mencatatnya.

“Yang pertama soal pemakaian tas kresek yang harus beli padahal di situ ada capnya Indomaret. Apa memang jualan kresek atau gimana. Maksudnya baik, yaitu mengurangi sampah plastik. Tapi saran saya beralih ke kantong kertas yang lebih ramah lingkungan walaupun memang harus pelan-pelan,” ungkap Bupati Ipong.

Yang kedua adalah soal uang receh kembalian yang sering dianjurkan untuk didonasikan. Menurut Bupati Ipong, menyumbang adalah perbuatan baik. Namun dikhawatirkan hal ini mejadi fitnah karena warga penyumbang tidak tahu arah penyaluran dana yang telah terkumpul. Menurutnya akan jauh lebih baik kalau Indomaret bisa melakukan transparansi.

BACA JUGA: Pulang Dari Tiongkok, Kesehatan Mahasiswa Ponorogo Terus Dipantau Dinkes    

“Kemana uang itu disumbangkan ya ditulis, dicetak besar, dipasang di pintu kaca itu. Jadi orang bisa tahu didonasikan ke mana, benar-benar membutuhkan atau tidak,” ujarnya.

Soal limbah juga sering jadi keluhan yang menjadi alasan penolakan masuknya retail mini seperti Indomaret di daerah-daerah seperti Ponorogo. Warga kadang merasa terganggu dengan limbah yang dihasilkan. Hal ini, menurut Bupati Ipong, bisa diatasi dengan menjaga kebersihan dan melakukan pendekatan yang baik ke warga sekitar. Bila memungkinkan, uang donasi yang terkumpul disalurkan ke warga sekitar pada momen atau kegiatan yang tepat seperti Idul Adha atau lainnya.

Ditambahkan Bupati Ipong, saat Indomaret melebarkan sayap usaha di Ponorogo, sudah semestinya bisa menjadikan pengusaha yang berbisnis dan warga di sekitarnya merasakan manfaatnya. Indomaret harus bisa bisa bekerja sama yang saling menguntungkan dengan UMKM di Ponorogo.

“Harus bisa membina UMKM kita. Kalau proses belum baik, harus bisa membina proses. Kalau kemasan, binalah kemasannya. Kalau sisi higienis, bina higienisnya. Kita apresiasi Indomaret yang menyediakan salah satu sudut di toko-tokonya untuk memajang dan memasarkan produk UMKM dari Ponorogo ini. Namun jangan berhenti di situ, sebab potensi UMKM Ponorogo sangat besar,” ungkap Bupati Ipong.

BACA JUGA: Sekda Ponorogo Ajak Seluruh Warga Dukung Sensus Penduduk 2020

Setelah dibuka, kegiatan dilanjutkan dengan seminar dengan narasumber Puguh Priyo Sudibyo, seorang praktisi UMKM dari Probolinggo. Seminar dihadiri oleh Micro Economics Project Excutive Pt Indomarco Prismata Tama Purwanto Wahjudi. Puluhan pelaku UMKM di Ponorogo tampak antusias mengikuti sesi yang diselingi dengan pembagian doorprize. (kominfo/kj25)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *