HAN 2019 SD Juara Diajak Mengenal Permainan Tradisional

oleh

SURABAYA, kilasjatim.com: –
Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2019, Rumah Zakat bekerjasama dengan komunitas Kampoeng Dolanan mengajak siswa-siswi SD Juara Surabaya untuk mengenal dan bermain permainan tradisional.

Anak-anak dikenalkan 10 permainan tradisional seperti  Tarik tambang, Balap karung, Dakon, Boyboyan, Balogo (dr kalimantan), Egrang bambu tali, Engkle pesawat & gunung, Lompat Tali Merdeka, Kelereng dan Lari kepiting.

Cak Mus, founder Kampoeng Dolanan mengatakan, ajang ini dimaksudkan selain untuk mengenalkan permainan-permainan tradisional tapi juga untuk mengajak membudayakan yang sudah menjadi tradisi anak-anak Indonesia.

“Jadi mereka tidak hanya bermain hape terus tetapi juga mengenal permainan tradisional karena dalam permainan tersebut juga ada filosofis yang bisa diambil pelajaran di setiap permainan tradisional.” ujar Cak Mus, disela kegiatan, Selasa (23/07/2019)

Ditambahkan, masa anak-anak, masanya bermain. Jaman teknologi seperti saat ini, sebagian besar anak-anak di kota terutama sudah teralihkan dengan gawai telepon pintar.

Asiknya memainkan permainan tradisional ini diakui Sabila, ada keasikan tersendiri dan banyak gerak karena aktifitas yang cukup menguras tenaga.

“Daripada main hape terus, mending main di lapangan. Asyik… apalagi permainan tradisional. Bikin badan sehat dan kuat.” ujar Sabila yang masih duduk di kelas 2.

Permainan dilaksanakan setelah sholat Dhuha dan Murojaah, siswa-siswi berkumpul di halaman sekolah. Acara ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas 1 dan 2 dan didampingi oleh guru-guru kelas.

Suasana semakin meriah ketika siswa-siswi kelas 2 ditantang tarik tambang oleh kelas 1. Dengan semangatnya kelas 1 bahu membahu menarik tim kelas 2 dan akhirnya tim kelas 2 kalah karena jumlah timnya lebih banyak dari kelas 1. Setelah itu, siswa-siswi bermain boyboyan dan balap karung, karena keterbatasan waktu permainan yang lain hanya diperkenalkan dan diperagakan saja.

Karena kondisi lapangan semakin panas, akhirnya siswa-siswi diminta untuk masuk kelas dan menikmati jajanan tradisional yang telah disediakan.(kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *