UC Surabaya dan Dekranasda Jatim Cetak Generasi Fashionpreneur dari 38 SMK

oleh -430 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Universitas Ciputra (UC) Surabaya bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur melatih siswa dan guru dari 38 SMK se-Jawa Timur untuk menjadi fashionpreneur muda berbasis wastra daerah. Program ini bertujuan mengubah pola pikir siswa SMK dari pencari kerja menjadi pencipta peluang melalui pelatihan desain fesyen dan kewirausahaan kreatif.

Ketua Dekranasda Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, mengatakan pelatihan ini penting agar generasi muda lebih percaya diri mengangkat identitas lokal. “Setiap daerah di Jawa Timur memiliki keunikan wastra masing-masing. Peserta harus menampilkan signature style dan mengangkat potensi ekonomi daerah melalui karya mereka,” terang Arumi.

Pelatihan berlangsung 7–12 November 2025 dengan tiga hari pembelajaran daring dan tiga hari praktik langsung di Laboratorium Jahit Dekranasda Jawa Timur. Universitas Ciputra menugaskan dua dosen Program Studi Fashion Design and Business (FDB), yakni Fabio Ricardo Toreh, S.Des., M.Des., dan Dr. Soelistyowati, S.Pd., M.Pd., sebagai mentor utama.

Materi pelatihan mencakup perancangan produk komersial bernilai ekonomi, pembuatan moodboard dan colour range berbasis riset tren, teknik sketsa teknikal, hingga pemanfaatan bahan wastra lokal dipadukan dengan creative fabric seperti plisket dan smocking. “Desain yang baik bukan hanya indah, tapi hidup di pasar. Ketika batik diolah dengan estetika modern, hasilnya bukan sekadar busana, tapi narasi budaya yang bernilai ekonomi,” jelas Fabio.

Program ini hadir menjawab tantangan tingginya tingkat pengangguran lulusan SMK yang menurut data BPS 2024 mencapai 8,6%. Kolaborasi UC dan Dekranasda Jatim memberikan solusi konkret dengan pelatihan berbasis praktik, inovasi, dan bisnis.

Salah satu peserta, Berlian Susanti Putri dari SMKN 8 Surabaya, mengaku mendapat pengalaman berharga. “Tantangannya luar biasa, apalagi membuat kostum berbahan batik hanya dalam dua hari. Mentor UC sangat membantu, dan saya jadi terinspirasi menciptakan ide fesyen yang punya daya jual,” tuturnya.

Baca Juga :  Bantu Penderita Obesitas Hidup Lebih Sehat

Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah bagi 38 kabupaten/kota di Jawa Timur menampilkan potensi wastra daerah. “Ketika generasi muda belajar mengelola potensi lokal dengan kreativitas dan nilai bisnis, mereka bukan hanya menciptakan karya, tetapi juga masa depan ekonomi kreatif Indonesia,” tutup Fabio.(tok)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.