Arumi:  Peran Ibu Kian Krusial di Era Digital, Harus Bijak Akses Internet

oleh -366 Dilihat
Arumi.Bacshin diundang sebagai keynote speaker dalam seminar yang digelar Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI)Jawa Timur DI graha PWI Surabaya, Jimat (10/4/2026). (kilasjatim.com/ist)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Arumi Bachsin menyampaikan  fakta menarik bahwa perempuan mendominasi pengguna media sosial sekitar 56,3 persen sekitar 52,6% pengguna Instagram  adalah perempuan.

” Tren dominasi ini sebenarnya sudah terlihat sejak 2021 .Jawa Timur pada 2025, 42,352 juta. terbagi 21,10 juta penduduk laki-laki dan 21,25 juta penduduk perempuan. Penetrasi atau pengguna internet di Indonesia pada 2025, yakni 80,66 persen terbagi 82,73 persen dan perempuan, 78, 57 persen,” ujar Arumi yang hadir sebagai keynote  speaker di acara  Seminar Peran Perempuan Dalam Mengakses dan Menyebarkan Informasi di Era Digital .

Acara yang digagas Pengurus Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Provinsi Jawa Timur dalam rangkaian Hari Pers Nasional 2026 dan HUT PWI ke-80,  di Aula Kantor PWI Jawa Timur, Jalan Taman Apsari 15-17, Surabaya, Jumat (10/4).

Seminar ini dihadiri sekitar 100 Orang,termasuk Ikatan Pelukis Wanita Indonesia Jawa Timur dan mendatangkan Arumi Bachsin Emil Dardak, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.SI, M.IP. Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Jawa Timur, Dr. Sri Untari  Bisowarno, M.AP,  Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, dan Dr. Eko Pamuji, M.I.Kom, Wakil Direktur UKW PWI Pusat

Sementara itu dalam sambutannya Ketua IKWI Jatim, Endang Suprapti menyatakan bahwa wanita memiliki peran penting dalam era media sosial saat ini. Karena wanita adalah khususnya ibu-ibu salah satu panutan dalam keluarga dalam mendidik anak-anak.

 ”Ibu-ibu harus bisa menyaring informasi yang benar dan tidak hoax untuk anak-anak. Ibu-ibu harus juga bisa membedakan mana informasi yang benar dan hoax untuk anak-anak.Jadi wanita adalah garda terdepan dalam akses dan menyebarkan informasi untuk keluarga. Saya berharap ibu-ibu juga harus menyaksikan atau akses informasi yang positif positif saja untuk anak-anak,” ujarnya.

Baca Juga :  Cara Polres Gresik Cegah Berita Hoax di Medsos

Selanjutnya Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim menyampaikan  di era digital, menguasai informasi itu sangat penting.

“Untuk bisa menguasai informasi maka kuasai wartawan. Untuk bisa menguasai wartawan kuasailah istri-istrinya.” katanya dengan nada bercanda

Para pembicara dalam seminar Seminar Peran Perempuan Dalam Mengakses dan Menyebarkan Informasi di Era Digital yang digagas Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Jatim..(ist/dok)

Ditambahkan  Lutfil, kedudukan wanita dalam era digital atau informasi ini sangat penting. Menurutnya pengguna medsos di Indonesia khususnya Jawa Timur jumlahnya fifty-fifty antara wanita dan pria.

“Tapi yang terpenting informasi dari ibu lebih dipercaya di mata keluarga. Sehingga ibu-ibu harus juga hati-hati memilih informasi untuk anak-anaknya,” paparnya

Dari data yang dihimpun Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Jawa Timur, Media sosial apa saja yang banyak diakses di Indonesia. WhatAsp, 91,7%, Instagram, 84,6%, Facebook, 83,0%, Tiktok, 77,4%, Telegram 61,6 %, dan Messenger, 50,5%,

Melihat frnomena tersebut, Arumi berpesan ibu-ibu harus mengontrol dengan ketat penggunaan medsos untuk anak-anak. Bagaimana memilih media yang benar dan hoax dan bagaimana mengatasi informasi hoax.

“Jadi ibu-ibu harus selalu check and recheck informasi yang didapatkan di medsos sebelumnya disebarkan ya.  Hindari update status real time pada di medsos. Ini berbahaya. Karena orang bermaksud jahat tahu posisi kita sebenarnya. Jadi saya bila update status di medsos biasanya tidak real time. Ke Bromo pagi, tiba di rumah malam baru update status di FB,” pungkasnya.

Sementara itu,  Putut yang mewakili Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Jawa Timur, dalam diskusi  panel mengatakan ada aplikasi yang bisa mengontrol anak-anak mengakses media sosial.

“Coba saja ibu-ibu cari google,” sarannya.

Baca Juga :  Dukung Koperasi Blitar, Tim TPID Kabupaten Blitar Jajaki Kerjasama dengan BUMD DKI Jakarta    

Sedangkan, Ibu Sri Untari mengatakan selain membatasi akses medsos untuk anak-anak penting tapi juga disertai doa.

“Jadi saya selalu berdoa untuk kesukses anak-anak saya. Doa ibu lebih mustajab. Alhamdulilah, anak-anak saya berhasil dan sukses,” ujar Ketua Komisi E ini.

Sedangkan, Eko Pamuji mengatakan di era medsos ini kita harus skeptis atau waspada.

‘Ibu-ibu dunia internet di genggaman tangan kita seperti hutan banyak binatang buas. Jadi kita harus tetap waspada bila menerima informasi di medsos. Check and recheck jangan lupa,” pungkasnya.  (nov)