Tambah 5 Pabrik Baru, Cleo Optimis Target 2019 Terlampaui

oleh -147 Dilihat

Jajaran direksi PT Sariguna Primatirta Tbk, usai paparan publik di hotel Vasa Surabaya Rabu (22/05/2019)

SURABAYA,kilasjatim.com: – PT Sariguna Primatirta Tbk , perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) Cleo berkomitmen memberikan produk dan layanan yang terbaik bagi konsumennya. Upaya tersebut diwujudkan dengan rencana menambah lima pabrik baru di tahun 2019.

Direktur Operasional PT Sariguna Primatirta Tbk Nio Eko Susilo mengatakan, dengan penambahan lima pabrik tersebut, maka total jumlah pabrik produsen air minum merek Cleo ini sebanyak 27 unit. Kelima pabrik tersebut ditargetkan akhir tahun ini sudah bisa beroperasi,” kata Nio dalam paparan publik di Hotel Vasa Surabaya Rabu (22/05/2019)

Kelima pabrik tersebut berlokasi di Sukabumi, Bali, Singosari, Kediri dan Prigen.Sedangkan investasi disiapkan sebanyak Rp300 miliar untuk pbelian mesin baru dan sangat canggih.

” Permintaan pasar Cleo saat ini cukup tinggi. Sehingga kami harus cepat memenuhi permintaan pasar tersebut,” jelasnya.

Penambahan pabrik dimaksudkan untuk mengembangkan varian produk CLEO dan produk minuman lainnya yang selalu dihadirkan dalam kualitas tinggi. Perluasan jangkauan pasar dengan penambahan jumlah titik distribusi dan armada menjadi kunci peningkatan CLEO di bidang pemasaran. Penerapan teknologi mesin baru dan eflsiensi biaya berhasil menekan biaya operasional namun meningkatkan kapasitas dan tetap menjaga kualitas produk yang dihasilkan.

Melisa Patricia,  wakil Direktur Utama, Belinda Natalia, Direktur Utama dan Hermanto Tanoko, komisaris utama.

Tahun 2018 lalu perseroan berhasil membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 35% dan pertumbuhan laba bersih sebesar 26%. Dengan sistem pengoperasian pabrik baru di Kendari dan Ngoro serta peluncuran produk baru minuman kemasan smart 220 ml

Diakui tahun 2019 adalah tahun yang menantang dalam persaingan pasar AMDK yang semakin ketat dengan bermunculannya merk-merk baru. Namun pada kuartal pertama tahun 2019 ini CLEO berhasil membukukan pertumbuhan kinerja keuangan hingga 37%, jauh melebihi pertumbuhan rata-rata industri AMDK yang hanya mencatatkan pertumbuhan sebesar 4% dalam kuartal yang sama berdasarkan hasil penelitian sebuah lembaga riset intemasional temama.

“Tahun ini kami menargetkan penjualan sebesar Rp1,2 triliun dan untuk laba kami harapkan bisa tumbuh sama seperti capaian di triwulan I,” kata Nio

Pada kuartal pertama PT Sariguna Prima Tirta Tbk membukukan pertumbuhan laba hingga 101% dibandingkan nilai laba di periode yang sama pada tahun 2018 lalu.

Dengan hasil pencapaian pada kuartal pertama tersebut PT Sariguna Primatirta Tbk optimis untuk melampaui target laba bersih perusahaan tahun 2019 ini. Untuk memperluas segmen pasamya, pada bulan Januari 2019 PT Sariguna Primatirta Tbk resmi mengakuisisi merk air minum beroksigen SUPEROZ. Perseroan menargetkan jumlah pabrik yang beroperasi sampai dengan akhir tahun 2019 adalah 27 pabrik.

Semtara itu Direktur Penjualan dan Distribusi PT Sariguna Primatirta Tbk Toto Sucartono optimistis target penjualan tahun ini akan tercapai. Hal ini karena selama triwulan I penjualan cukup positif. Padahal, pada triwulan I merupakan masa sulit bagi produsen AMDK. Sebab, saat itu adalah musim penghujan.

“Pada musim penghujan saja penjualan bagus, apalagi pada musim kemarau,” jelasnya.

Pertumbuhan yang signifikan dan pencapaian-pencapaian ini memberikan optimisme pada kinerja perseroan di tahun 2019, dengan pertumbuhan kinerja ini pula perusahaan akan memberikan imbal hasil yang terus meningkat bagi seluruh pemegang saham. Komitmen perseroan ini merupakan wujud semakin mantapnya kepercayaan konsumen dan para stakeholder pada produk Air Mumi CLEO, produk yang 100% sepenuhnya dikembangkan dan diproduksi oleh putra-putri Indonesia kebanggaan bangsa.

Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan Sariguna Primatirta, selama 2018, emiten berkode saham CLEO itu mencatat penjualan sebesar Rp831,10 miliar. Kemudian laba bersih sebesar Rp63,62 miliar. Penjualan bersih tersebut tumbuh 35,21% dibanding 2017 yang sebesar Rp614,677 miliar. Segmen botol berkontribusi 37,02% terhadap total penjualan. Diikuti galon 34,80%, gelas 27,85%, dan lain-lain sebesar 0,32%. Penjualan di segmen botol selama 2018 mencapai Rp307,67 miliar. Di segmen galon, sebesar Rp289,26 miliar dan gelas Rp231,48 miliar.

Sedangkan lain-lain menjadi Rp2,69 miliar. Sedangkan selama triwulan I 2019, CLEO berhasil membukukan penjualan sebesar Rp223,5 miliar, tumbuh 37% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp162,5 miliar. Laba bersih tercatat Rp25,2 miliar, tumbuh 101% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp12,5 miliar. (kj2)

No More Posts Available.

No more pages to load.