Tahun Politik 2024 Hingga Ramadan, Bisnis Hotel Menurun

oleh -1141 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Bisnis kamar hotel menurun di tahun politik 2024 dan jelang Ramadan. Hal ini diungkap GM Corporate Business Development & Sales Marketing Hotel Santika, L Sudarsana, dalam Pers Conference secara daring di Hotel Santika Gubeng Surabaya beberapa waktu lalu.

Namun demikian, bisnis hotel harus tetap berjalan dengan mengandalkan beberapa strategi pemasukan, salah satunya yaitu dari sisi penjualan food and beverage dan penjualan paket wedding.

Sebab, lanjut Sudarsana, secara survey bakal ada 50 juta pasangan di Indonesia yang akan menggelar pesta pernikahan di sepanjang tahun ini dari kalangan Gen Z dan Milenial.

“Nah, pasar inilah yang kita sasar dengan berbagai macam paket, sehingga bisa memberikan kontribusi untuk bisnis hotel. Kontribusi dari wedding bisa 20-30 persen dengan situasi seperti saat ini,” urai Sudarsana.

Dengan adanya paket wedding, diharapkan ada keterisian atau pemesanan kamar. Juga ada strategi penjualan paket meeting, lalu akan ada pemesanan kamar.

“Itulah salah satu strategi untuk bisnis hotel saat ini,” ujar Sudarsana.

Meski begitu, grup Santika tetap optimis di tahun politik ini bisnis hotel akan berjalan dengan baik, sehingga pihaknya sudah berencana akan membuka 5 cabang hotel baru grup Santika di Indonesia, salah satunya di Blitar, Jawa Timur.

Menurut Sudarsana, penurunan bisnis hotel di tahun politik itu terjadi, karena baik masyarakat dan politikus saat ini cenderung memilih atau memanfaatkan teknologi, salah satunya dengan whatsApp grup dan media sosial.

“Ini jelas berbeda dengan eksposure di hotel lima tahun lalu. Tahun politik sekarang jarang melakukan meeting atau konsolidasi di hotel-hotel. Perubahannya lumayan drastis ya, terutama di daerah-daerah tertentu. Kalau Jakarta, Jawa, Sumatera, dan Bali masih okelah. Nah, yang berat di Pulau Bangka, Belitung, Lombok, dan lainnya benar-benar drop,” ungkap Sudarsana.

Baca Juga :  Bebelac - Alfamidi Bagikan 1.000 Parcel Hebat Kebaikan di 13 Provinsi 

Ini tentu menjadi tantangan bagi pihak hotel untuk bisa mempromosikan lagi, saling menopang dengan sesama grup, dan pintar beradaptasi dengan perubahan.

“Di bulan Januari kita gas pun masih susah, sehingga salah satu strateginya ya mengisi ballroom. Ini salah satu strategi pengembangan market kita. Kita undang tamu, then mereka stay di sini. Ya itu tadi, kita pakai strategi paket wedding, juga bekerjasama dengan komunitas seperti marathon atau olahragawan. Branding ini yang kita genjot kalau bisnis hotel sepi,” papar Sudarsana.

Namun disayangkan, Sudarsana enggan membeberkan data penurunan bisnis hotel grup Santika di awal tahun ini. (rie)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.