SBI Bawa Empat Pabrik Semen Raih Penghargaan Industri Hijau

oleh -120 Dilihat

Perwakilan dari SBI menerima Penghargaan Industri Hijau pada acara Penganugerahan Penghargaan Industri Hijau di Gedung Kementerian Perindustrian RI. 

KILASJATIM. COM, Jakarta – Menjelang akhir tahun 2022, komitmen dan konsistensi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) dalam penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan kembali mendapatkan pengakuan. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia menganugerahkan Penghargaan Industri Hijau kepada empat pabrik semen SBI yaitu Pabrik Narogong – Jawa Barat, Cilacap – Jawa Tengah, Tuban – Jawa Timur dan Lhoknga – Aceh. Penghargaan ini diberikan pada acara Penganugerahan Penghargaan Industri Hijau di Gedung Kementerian Perindustrian RI.

Kemenperin menganugerahkan Penghargaan Industri Hijau kepada perusahaan yang telah menerapkan prinsip industri hijau dalam proses produksinya, dengan tujuan memberikan motivasi kepada perusahaan industri untuk menerapkan prinsip industri hijau. Melalui Penghargaan Industri Hijau, Kemenperin mengharapkan tercapainya tujuan target pengembangan industri hijau di tahun 2030 yang pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing industri, efisiensi sumber daya alam, penurunan tingkat pencemaran, serta pemenuhan target program nasional.

Direktur Utama SBI, Lilik Unggul Raharjo mengatakan, “Pembangunan berkelanjutan merupakan akar kuat dalam operasional dan bisnis kami. SBI ingin menjadi bagian dari solusi dan mendorong inovasi untuk semakin ramah lingkungan, karena itulah yang kita butuhkan untuk mengamankan masa depan bagi generasi mendatang”, ujar Lilik.

Komitmen yang disampaikan Lilik, merujuk pada inisiatif-inisiatif SBI yang berkontribusi pada pemeliharaan lingkungan terutama penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Hal tersebut berhasil dicapai melalui peningkatan thermal substitution rate (TSR) dengan pemanfaatan bahan bakar alternatif hingga 11,4% dibandingkan tahun sebelumnya, optimalisasi faktor terak (clinker factor) dan konsumsi energi panas spesifik (specific thermal energy consumption).

Lebih lanjut terkait dengan pencapaian tersebut, penggunaan bahan bakar dan bahan baku alternatif yang berasal dari limbah mencapai 1,6 juta ton pada unit bisnis semen dan beton. Penurunan emisi spesifik net CO2 (cakupan 1) sebesar 15% dibandingkan basis 2010 (580 kg CO2/ton semen ekivalen). Capaian tersebut merupakan target yang dicanangkan untuk 2025 namun berhasil dicapai SBI pada tahun 2021.

Pelopor dan Promotor Konversi Sampah Perkotaan Menjadi Bahan Bakar Alternatif

SBI telah menginisiasi pemanfaatan bahan bakar alternatif dari sampah perkotaan yang diolah menjadi RDF sejak tahun 2012. Perjalanan proses kajian dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, berujung pada peresmian fasilitas RDF pertama di Indonesia, yang terletak di Jeruklegi, Cilacap, Jawa Tengah pada tahun 2020.

SBI kini menjadi operator fasilitas RDF di Cilacap dengan kapasitas pengelolaan hingga 160 ton sampah per hari, untuk diolah menjadi 70 ton RDF sebagai untuk substitusi batubara di pabrik semen milik SBI. Selain di Cilacap, SBI juga bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pemanfaatan sampah domestik di TPST Bantargebang untuk diolah menjadi RDF melalui metode landfill mining di Pabrik Narogong. Inisiatif ini adalah langkah konkrit SBI dalam pengembangan ekonomi sirkular serta pengelolaan limbah industri yang masuk dalam kategori Industri Hijau.

“Kami terus berupaya mendorong pemanfaatan RDF ini di berbagai kota untuk membantu pemerintah daerah menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat. Bersama SIG selaku holding company, kami mempunyai kesempatan untuk memperluas penerapan teknologi RDF untuk dapat dimanfaatkan sebagai substitusi batu bara di pabrik-pabrik semen di bawah naungan SIG”, kata Lilik.

Belum lama ini, Lilik Unggul Raharjo juga menjadi salah satu pembicara tentang pemanfaatan RDF pada rangkaian konferensi COP27 for Climate Change yang diadakan di Sharm El-Sheikh, Mesir, 14 November 2022. “Kami berharap dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi baik lintas industri maupun dengan para pemangku kepentingan yang lain, karena perwujudan masa depan berkelanjutan adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkas Lilik. (kj2)

No More Posts Available.

No more pages to load.