Program SMA DT Tawarkan Up Skilling Bisa Diikuti  Melalui Channel YouTube dan Virtual Zoom

oleh

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Wahid Wahyudi, M.T bersama Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dra. Ety Prawesti, M.Si di peluncuran buku ke tiga Program SMA DT di Grand City Jumat (19/11/2021)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Program SMA Double Track (DT) yang digagas Dinas Pendidikan Jawa Timur dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sejak tahun 2018 mefasilitasi up skilling bagi lulusan atau alumni SMADT yang berminat.

Penawaran ini diluncurkan Program SMA DT dalam acara Pameran dan Simposium Inovasi Pelayanan Publik Jawa Timur yang berlangsung di Grand City, Surabaya, 18-21 November 2021.
Up skilling didefinisikan sebagai proses meningkatkan keterampilan dan pengetahuan baru yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk mencari peluang dalam bekerja maupun menjadi wirausahawan muda.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Wahid Wahyudi, M.T menyatakan, situs yang selama ini dikembangkan bersama tim ITS berisi kelas-kelas pelatihan keterampilan offline dan online. Kami meyakini apa yang sudah ada itu adalah yang terbaik untuk meningkatkan technical dan soft skill di berbagi bidang keterampilan,” kata Wachid usai acara pembukaan Pameran dan Simposium Inovasi Pelayanan Publik Jawa Timur di Grand City, Surabaya, Jumat (18/11/2021).

Peluncuran fasilitasi up skilling ini menyusul suksesnya program SMA DT dalam mengantarkan siswa SMA di beberapa kabupaten di Jatim dalam berwirausaaha dan mengisi lapangan pekerjaan. Ada beberapa keterampilan yang ditawarkan dan kini sudah tersedia baik di channel youtube maupun pembelajaran melalui zoom.

“Kami ingin apa yang sudah berhasil ini dapat lebih besar lagi manfaatnya bagi alumni SMA, toh apa yang kami siapkan selama ini melalui situs pelatihan online untuk program SMA DT sudah tersedia tinggal dimanfaatkan,” jelasnya.

Yang membedakan kegiatan up skilling program yang lain, adalah tidak hanya belajar secara online tanpa praktik, tapi bisa sekaligus praktik melalui jejaring sekolah yang sudah terbentuk melalui program SMA DT yang tersebar di lebih 158 sekolah di Jatim.

“Jadi tidak hanya sekadar belajar teori melalui online, tapi bisa sekaligus praktik bersama di SMA DT. Ini yang membedakan dengan up skilling online lainnya,” imbuhnya.

Buku Ketiga

Dalam peluncuran fasilitasi up skilling, Dinas Pendidikan Jatim bersama ITS juga mengenalkan buku ketiga dari program SMA DT. Buku ketiga ini tentu berbeda dengan dua buku sebelumnya.

Buku ketiga ini ditulis saat pandemi Covid-19 memasuki gelombang kedua dan diberlakukannya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), sehingga sekolah pun tidak melakukan pembelajaran tatap muka (PTM).

Buku ini fokus pada bagaimana pihak sekolah membuat dan menjalankan Kelompok Usaha Siswa (KUS), sebagai cara melakukan pembelajaran keterampilan yang dilakukan secara kelompok. Jika sebelumnya siswa bekerja secara individual dalam praktik keterampilannya, pada KUS siswa dikelompokkan.

Dalam sambutan pada buku ketiga ini, Wahid menyatakan, ia merasa bersyukur karena program DT telah memberikan gambaran utuh sekaligus dapat menginspirasi Dinas Pendidikan Jatim dalam penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM).

“Kami banyak mengambil pelajaran dari apa yang telah dilakukan oleh beberapa sekolah penyelenggara program SMA DT. Selama pandemi Covid-19 dan penerapan PPKM, program DT telah menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ), baik teori, praktik, maupun ujian dan monitoring evaluasi. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kami bahwa PJJ yang telah dijalankan program DT bukanlah sesuatu yang mustahil semakin diintensifkan di masa mendatang,” papar Wachid .

Buku ini, kata Wahid, adalah buku ketiga dari penyelenggaraan program SMA DT. Jika mau merunut dan memerhatikan catatan-catatan di dalamnya, maka dapat disimpulkan, penyelenggaraan program DT telah sesuai dengan tujuan awal digagasnya program ini.

Kisah yang tertuang dalam buku ini dan dua buku sebelumnya, telah memberikan gambaran bahwa DT telah menjadi salah satu cara dalam upaya mengurangi angka pengangguran terdidik setelah kelak siswa menyelesaikan studinya di jenjang SMA.

“Bukan hanya itu, program DT juga telah memotivasi siswa tentang masa depan mereka untuk bisa mandiri, berbekal keterampilan yang diperolehnya,” katanya.

Sementara di kesempatan lain, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dra. Ety Prawesti, M.Si. mengatakan, fasilitasi up skilling yang ditawarkan ini sebelumnya telah dijalankan oleh beberapa SMA di kabupaten yang terpilih dalam program DT.

“Kini kami mencoba menawarkan kepada lulusan SMA di Jatim yang berminat. Kami menyediakan program beberapa keterampilan yang bisa diikuti secara online,” pungkasnya. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *