APRDI – OJK Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan Lewat Program SOSEDU APRDI 2026

oleh -615 Dilihat
Ketua Presidium Dewan APRDI, Lolita Lilana. (kilasjatim.com/nova)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Otoritas Jasa Keuangan (OJK ) dan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI)  kerja sama  meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di sektor pasar modal dengan menggelar  program Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana 2026 (SOSEDU APRDI 2026).

Agenda Road to Pekan Reksa Dana 2026 di gelar di  Surabaya, Senin (7/4/2026), dengan mengusung tema “Mendorong Literasi Reksa Dana di Jawa Timur melalui kampanye #ReksaDanaAja dan PINTAR Reksa Dana” Tujuannya meningkatkan literasi dan inklusi investasi kembali digencarkan di Jawa Timur.

Ketua Presidium Dewan APRDI, Lolita Lilana, menegaskan bahwa kampanye #ReksaDanaAja merupakan langkah konkret industri dalam memperluas pemahaman masyarakat terhadap investasi yang terencana.

“Inisiatif yang diperkuat melalui kampanye #ReksaDanaAja merupakan bagian dari langkah nyata para pelaku di industri untuk mendorong literasi dan inklusi Reksa Dana yang lebih luas di Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi titik awal rangkaian program Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana 2026 (SOSEDU APRDI 2026) yang akan digelar di lima kota besar di Indonesia. Setelah Surabaya, roadshow akan berlanjut ke Semarang, Medan, Makassar, hingga Bandung.

Rangkaian kegiatan ini APRDI tidak hanya menggelar edukasi, tetapi juga melibatkan jurnalis dan mahasiswa melalui kelas literasi serta kompetisi kreatif.

“Road to Pekan Reksa Dana 2026 ini akan menghadirkan kelas edukasi bagi jurnalis dan mahasiswa di lima kota di Indonesia. Kami juga menyelenggarakan lomba penulisan artikel bagi jurnalis dan kompetisi pembuatan konten Instagram Reels untuk mahasiswa,” jelas Lolita.

Road to Pekan Reksa Dana 2026 ini akan menghadirkan kelas edukasi bagi jurnalis dan mahasiswa di lima kota di Indonesia. Selain itu juga ada  lomba penulisan artikel bagi jurnalis dan kompetisi pembuatan konten Instagram Reels untuk mahasiswa.

Baca Juga :  Selangkah Lebih Maju, Desa Pojok Launching Program Pengelolaan dan Pengolahan Sampah    

Lolita juga memaparkan adanya tren positif masyarakat yang semakin memahami reksana.Dari sisi industri, kinerja reksa dana di Indonesia  hngga akhir 2025, dana kelolaan (AUM) reksa dana tumbuh 35,06 persen menjadi Rp679,24 triliun diikuti dengan  jumlah investor mencapai 19,2 juta SID, dengan dominasi generasi muda di bawah usia 30 tahun sebesar 54,24 persen.

Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Timur, Yunita Linda Sari (kilasjatim.com/nova)

Di kesempatan yang sama, Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Timur, Yunita Linda Sari,  juga menyampaikan pertumbuhan reksana di Jawa Timur  mengalami kenaikan dengan pencapaian total transaksi reksa dana sepanjang 2025 sekitar Rp4,96 triliun atau tumbuh 54,60 persen secara tahunan.

“Pertumbuhan investor reksa dana retail mencapai sekitar 141.861 SID atau naik 13,52 persen (YoY). Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap karakteristik produk reksa dana,” paparnya.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, OJK bersama pelaku industri juga memperkenalkan program PINTAR Reksa Dana atau Investasi Terencana dan Berkala. Program ini diharapkan mampu menjembatani potensi besar pasar dengan partisipasi masyarakat yang lebih luas.

Sebagai puncak rangkaian, APRDI bersama OJK dan BEI akan menggelar seremoni nasional Pekan Reksa Dana 2026 pada 27 April 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, sekaligus peluncuran resmi kampanye #ReksaDanaAja dan program PINTAR Reksa Dana.

Dengan pendekatan edukasi, kolaborasi, dan partisipasi kreatif, APRDI berharap literasi keuangan masyarakat, khususnya di Jawa Timur semakin meningkat, sekaligus mendorong generasi muda untuk mulai berinvestasi secara bijak sejak dini.

Pelaksanaan kegiatan di Surabaya  dilaksanakan di Kantor OJK Jawa Timur serta sejumlah perguruan tinggi seperti ITS, Universitas Airlangga, hingga Universitas Kristen Petra, yang telah bekerja sama dengan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia. (nov)