Program SMA Double Track Menunjukkan Hasil Menggembirakan 

oleh

Riko siswa SMAN 1 Plaosan dengan keahliannya membuat Pin didapatkannya selamae mengikuti ekstra kurikuler 

KILASJATIM.COM, Magetan – Sejak diterapkan program Double Track di SMA Negeri di Jawa Timur tahun 2019 merupakan tahun kedua mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan..Siswa khususnya kelas XI yang mengikuti program ini sebagian besar mampu menjadikan ilmu atau keahlian yang didapatkan melalui ekstra kurikuler tersebut untuk menambah uang jajan siswa yang bersangkutan.

Sebagimana pengakuan Nawang Ajeng kelas 12 IPA SMA Negeri 1 Plaosan yang memilih ekstra kurikuler tata boga kini sudah menerima orderan kue ultah, Snack dan salad buah.

” Ketrampilan yang saya ikuti saat kelas XI yaitu tata boga saya terapkan dengan membuka pesanan melalui online. Alhamdulillah cukup banyak pesanan untuk acara acara seperti ulang tahun, atau acara acara lainnya,” kata Ajeng saat menerima kunjungan tim double track ke SMAN 1 Plaosan – Magetan Sabtu (23/11)

Hal yang sama juga disampaikan
Riko Okananta Kelas 12 IPA yang memilih eskul Desain Grafis , sekarang ini sering menerima pesanan pembuatan pin.

“Saya berasal dari keluarga kurang mampu dan tidak akan melanjutkan perguruan tinggi dan saya memilih eskul Desain Grafis dengan membuat pin.Setiap bisa menerima pesanan 50 biji,” kata Riko dengan bangga.

Selain Riko maupun Ajeng siswa lain yang mengikuti program SMA double track sangat merasakan manfaat dengan program tersebut yang bisa menjadi bekal hidupnya setelah lulus dari SMA.

Ketrampilan tata boga membuat kue di SMAN 1 Karas yang mengikuti program double track

Sebagaimana diketahui program SMA Double Track hasil kerjasama kerjasama antara Pemprov Jawa Timur cq Dindik Jatim dan ITS dalam upaya mengurangi jumlah pengangguran dari siswa lulusan SMA yang jumlahnya meningkat setiap tahunnya.

Program Double Track merupakan program pelaksanaan kegiatan KBM (kegiatan belajar mengajar) reguler dan menyelenggarakan kegiatan pembekalan keterampilan secara berdampingan sesuai dengan kearifan lokal. Intinya progam ini ditujukan pada sekolah SMA/MA yang memiliki lebih dari 50 persen lulusannya tidak melanjutkan ke perguruan tinggi.
Sekolah tersebut menyelenggarakan pendidikan formal dan program keterampilan kewirausahaan secara bersamaan.

Bekerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai fasilitator design program, kurikulum dan penyiapan trainer guru SMA Double Track. Dengan kerjasama tersebut guru-guru dibekali ketrampilan untuk diajarkan ke anak didiknya.

Ada 15 keterampilan yang disediakan oleh program Double Track, tetapi di SMAN1 Plaosan masih 3 keterampilan yang disediakan. Terkait hal itu menurut Kepala Sekolah SMAN1 Plaosan, Aris Sudarmono, tiga keterampilan itu merupakan bentuk keterampilan yang paling dibutuhkan dan luas lapangan pekerjaan, yakni Multimedia, Tata Boga dan Tata Busana serta Tata Rias. Program ini pun ditujukan kepada siswa kelas 11 selama satu tahun dan bersifat ekstrakurikuler.

“Double Track selama 2 tahun berlangsung ini sangat baik. banyak siswa yang tertarik ikut dan ini bisa menjadi bekal untuk mencari penghasilan di dunia kerja karena dapat keterampilan dan sertifikat,” ujar Aris.

Kepala sekolah SMAN 1 Plaosan Aris Sudarmono (duduk nomer dua dari kanan) bersama Bupati Magetan Suprawoto (batik hijau) dan tim ITS  double track 

Sejak diterapkan tahun lalu di sejumlah SMA yang berada di daerah pinggiran diantaranya i SMAN 1 Kendal di Ngawi, SMAN 1 Plaosan dan SMAN 1 Karas yang berada di Magetan Jawa Timur berhasil menunjukan produk hasil program double track.

“Program ini merupakan gagasan ibu Soekarwo untuk memberikan kesempatan, alternative solusi untuk lulusan SMA yang tidak melanjutkan ke Perguruan Tinggi yakni dengan membekali kettampilan yang didapatkan melalui ekstra kurikuler di sekolahnya. Program ini hanya diperuntukkan bagi siswa siswa yang tidak melanjutkan perguruan tinggi sehingga saat lulus sudah memiliki bekal ketrampilan yang bisa dijadika sebagai penambah income ,” kata Asrori ketua tim ITS Double Track

Ketrampilan yang diberikan meliputi ketrampilan teknis maupun ketrampilan digital. Seperti multimedia, teknik elektro, tata busana, tata boga, tata rias wajah dan teknik kendaraan ringan.Pengembangan ketrampilan tersebut melibatkan pendamping atau trainer yang ditunjuk pihak sekolah untuk mengikuti pelatihan dari ITS.

Diharapkan, program ini dapat meningkatkan ketrampilan tertentu dengan memanfaatkan kearifan lokal, membangun kepercayaan diri dan membangun jaringan dunia usaha dan industri dan sekaligusbekali siswa skill atau kompetensi tambahan bagi siswa.
Program Souble track ini tidak hanya memberikan pembekalan skill untuk menghasilkan produk unggulan, tetapi juga menyediakan ruang pemasaran.

“Produk yang dihasilkan siswa bisa ditawarkan melalui aplikasi ruangdagang.net, produk-produk olahan siswa dikenalkan dan dipasarkan secara online. Aplikasi tersebut juga sebagai fase pengembangan program double track.Kami memiliki ruang
pengembangan ekonomi kreatif, jadi pesanan bisa dikirim paket atau pasar transaksi komunitas,” kata Koordinator Pengolah Data Double Track ITS Fajar Baskoro.(kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *