Presiden Jokowi Akan Hadiri Peluncuran Program Pesantrenpreneur HIPMI

oleh

Surabaya, kilasjatim.com: Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan menghadiri peluncuran program Pesantrenpreneur yang digagas Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Pesantren Bayt Al-Hikmah, Pasuruan, Sabtu (12/5/2018). Acara bakal dihelat mulai pukul 10.00 WIB.

“Sedianya acara sekitar pukul 12.00 WIB, tapi karena ada perubahan, maka dimajukan. Para undangan diharapkan sudah hadir pukul 10.00 WIB karena acara akan langsung dimulai saat itu,” ujar Ketua HIPMI Jawa Timur, dr Mufti Anam, Kamis (10/5/2018).

Peluncuran program Pesantrenpreneur juga bakal sejumlah menteri, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, para kepala daerah, Ketua HIPMI Pusat Bahlil Lahadalia, dan sejumlah tokoh nasional.

“Program Pesantrenpreneur ini akan dijalankan secara terintegrasi, mulai pelatihan, pendampingan, permodalan, hingga pemasaran,” ujar Mufti Anam yang juga salah seorang pengasuh Pesantren Bayt al-Hikmah Pasuruan.

Dia mengatakan, salah satu wujud awal program Pesantrenpreneur adalah pembukaan gerai berkonsep syariah yang diberi nama “Ummart” di 10 pesantren yang menjadi sarana pemasaran produk-produk lokal pesantren dan produk UMKM desa sekitar pesantren.

Acara peresmian yang bakal dihadiri ribuan santri juga akan ditandai dengan talkshow kewirausahaan yang menghadirkan pengusaha nasional Chairul Tanjung, CEO Bukalapak Ahmad Zaky, dan sejumlah pebisnis lain.

“Lewat talkshow tersebut, diharapkan virus kewirausahaan bisa menyebar di kalangan santri. Sekaligus para santri bisa menyerap keteladanan dalam kisah-kisah perjuangan seperti cerita Pak Chairul Tanjung yang jatuh bangun hingga sukses membangun bisnis seperti saat ini,” jelas Mufti Anam.

Perspektif baru tentang kondisi ekonomi saat ini pun dipaparkan ke para santri. Menurut Mufti Anam, era disrupsi ekonomi yang ditandai dengan sharing economy berbasis teknologi perlu diinternalisasi ke pemahaman bisnis para santri. Oleh karena itu, CEO Bukalapak Achmad Zaky dihadirkan untuk menyampaikan materi “Revolusi Digital dan Tantangan Membangun Ekonomi Pesantren”.

Pesantrenpreneur sendiri, kata Mufti Anam, adalah program penguatan ekonomi umat berbasis pondok pesantren. Program ini melibatkan HIPMI dengan dukungan penuh pemerintah, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), dan berbagai pihak lainnya.

”Tujuan Pesantrenpreneur ini antara lain menggerakkan ekonomi kaum muda santri hingga ke pelosok desa yang merupakan basis pesantren. Ini saling menopang dengan konsep membangun dari pinggiran yang dijalankan pemerintah,” ujarnya. Kj5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *