Pameran Mitra Pernikahan Indonesia 2019 Wadahi Kalangan Milenial Berwirausaha

oleh

Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin dan Ketua Penyelenggara Sumitro pada sesi pembukaan even Pameran Pernikahan Indonesia 2019 di Dyandra Convention Surabaya, Jumat (17/06/2019)

SURABAYA, kilasjatim.com: Tehnologi semakin canggih namun kebudayaan suatu bangsa harus dilestarikan dengan berbagai cara. Salah satu upaya mempertahankan kebudayaan tersebut dilakukan Mitra Flower Decoration dengan menggelar even Pameran Pernikahan Indonesia 2019.

Pergelaran perdana ini dikemas dalam Wedding Exhibition yang berbeda dari pameran wedding yang pernah ada.

Sumitro, Ketua Penyelenggara MPI mengatakan, pameran ini memfokuskan diri sebagai pameran pernikahan terlengkap yang menghadirkan ragam inspirasi mengenai pesta pernikahan.

“Pameran perdana kami ini mengangkat sekaligus mempromosikan budaya Nusantara ini akan kami hadirkan dengan tajuk “Mitra Pernikahan Indonesia” dan upaya mewadahi kalangan milenial dal berwirausaha,” kata Sumitro disela pembukaan pameran yang berlangsung di Dyandra Convention Surabaya Jumat (17/06/2019)

Ide menggelar acara semacam ini dilatarbelakangi  keberagaman kebudayaan yang melekat pada masyarakat terlihat dan terangkum dalam prosesi perkawinan yang mengusung tema budaya / adat Nusantara.

Yang memprihatinkan, belakangan ini budaya nusantara tersebut mengalami pergeseran dan membuat eksistensi budaya Nusantara mengalami kemerosotan.

“Berawal dari rasa cinta dan bangga kami akan budaya pernikahan  tradisional di Indonesia, pameran fokus pada pernikahan yang mengemas secara lengkap ragam inspirasi yang didalamnya kental dengan budaya pesta pernikahan. Pameran perdana kami yang akan mengangkat sekaligus mempromosikan budaya Nusantara,” jelasnya didampingi Budi, ketua perhimpunan Wedding Organizer (WO).

ini diharapkan menjadi salah satu Pameran tahunan Wedding bertaraf Nasional yang kedepannya dapat menjadi icon pameran baru khususnya di Jawa Timur.

“Misi kami mengenalkan keanekaragaman Budaya Indonesia pada umumnya serta Jawa pada khususnya sekaligus mempromosikan budaya lokal terutama vendor-vendor potensial pendukung acara pernikahan di Surabaya,” imbuh Budi.

Ditambahkan Sumitro, budaya pernikahan di Indonesia memiliki ciri khas yang sangat bernilai. Dirinya berharap agar budaya yang telah diwariskan oleh nenek moyang bangsa Indonesia tidak hilang, dan bahkan musnah.

“Oleh karena itu, perkumpulan vendor pernikahan memberikan edukasi akan pentingnya budaya bangsa” lanjutnya.

Edukasi ini dimaksudkan untuk memberikan bekal pengetahuan kepada vendor baru agar lebih memahami arti budaya dari setiap pernikahan di Indonesia.

Pameran “Mitra Pernikahan Indonesia”  dilaksanakan  selama 3 hari di gelar di Dyandra Convention Hall diikuti 80 Vendor pernikahan. Acara pameran ini akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti penampilkan karya dekorasi wedding terbaik dari vendor ternama, Fashion Show pengantin Tradisional dan Pengantin Hijab,bPertunjukan seni & budaya Nusantara khususnya Jawa. Juga menampilkan produk-produk unggulannya di bidang kecantikan, kebutuhan pernikahan dan fasilitas pendukung pernikahan lainnya.

Arumi Bachsin, Ketua Dekranasda Jawa Timur yang membuka secara resmi pameran pernikahan menyampaikan sekaligus mengenalkan eksistensi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jatim yang memiliki aneka ragam produk kerajinan, baik kain batik hingga pernak pernik khas Jatim.

Dekranas dan Dekranasda merupakan organisasi nirlaba sebagai fasilitator antara pemangku kepentingan di pusat maupun daerah. Terutama dalam memberikan pendampingan peningkatan kualitas kerajinan nasional.

“Semakin besar keanekaragaman akar budaya suatu bangsa, akan semakin besar potensi kreatifitas yang terdapat pada bangsa itu. Juga, semakin besar pula potensinya untuk maju dan berkembang dalam persaingan global,” kata Arumi.(kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *