Masyarakat Desa Hutan Pilih Gus Ipul

oleh

Kediri,  kilasjatim.com: Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kabupaten Kediri siap memenangkan Calon Gubernur Jatim nomor urut 2, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Pilkada Jatim 2018. Selama menjadi Wakil Gubernur Jatim, Gus Ipul memiliki komitmen meningkatkan produksi hasil pertanian di kawasan sekitar hutan Jatim.

“Gus Ipul dinilai telah banyak membantu aktivitas pengembangan petani di kawasan hutan. Pemerintah provinsi banyak menjalin kerjasama dengan LMDH,” kata Ketua Paguyuban LMDH Kabupaten/Kota Kediri, Marli dalam pertemuan dengan Gus Ipul di Kediri, Minggu (27/5/2018).

Hadir pada acara ini, perwakilan dari 37 LMDH Se-Kabupaten dan Kota Kediri. Mereka ini mewakili sebanyak 32 ribu Kepala Keluarga (KK) yang tergabung dalam LMDH se Kediri.

Dijelaskan, selama ini Pemerintah Provinsi Jatim telah membuat berbagai kerjasama yang melibatkan pihaknya. Berbagai kerjasama yang dilakukan tersebut di antaranya adalah pemberian benih beberapa komoditi pertanian hingga pengembangan koperasi.

Saat ini, masing-masing LMDH memiliki koperasi yang menjual berbagai produk olahan pertanian. Mulai dari buah jagung, manggis, pepaya, cengkih, hingga nanas.

“Saat Gus Ipul jadi Wagub, bantuan benih yang diberikan pemrov banyak membantu peningkatan produksi pertanian di kawasan ini. Oleh karenanya, inilah yang seharusnya kembali dilanjutkan,” ujar anggota DPRD Kabupaten Kediri ini.

Karena alasan inilah, organisasi yang dipimpinnya mendeklarasikan dukungan kepada Gus Ipul dan Mbak Puti. “Kami optimistis program pembangunan ini bisa dilanjutkan. Kmi menindaklanjuti dengan menggerakkan mesin pemenangan kami untuk membantu menyukseskan Gus Ipul,” tandasnya.

Menanggapi dukungan ini, Gus Ipul mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan beberapa program strategis untuk meningkatkan nilai jual produk petani. Khususnya bagi petani di kawasan hutan.

“Sekarang masalahnya bukan pada produksi, namun pada harga hasil taninya. Seringkali, harga hasil tani ini turun saat panen,” kata Gus Ipul pada sambutannya di hadapan peserta pertemuan.

Pihaknya telah menyiapkan program yang akan mengantisipasi masalah ini. Di antaranya, kami mendorong petani untuk tidak sekadar menjual produk mentah. Serta, meningkatkan kualitas hasil pertanian.

Misalnya, melalui konsep Cooperative Farming yang berpotensi meningkatkan hasil pertanian hingga 52 persen. Serta, dengan membangun kemitraan antara petani dengan pengusaha.

Pengusaha akan menentukan standart mutu hasil pertanian yang ditindaklanjut melalui kerjasama jual beli. Sehingga, harga tak akan dipengaruhi oleh masa panen. Sebab, sebelumnya telah ada perjanjian yang mengikat.

“Pemrov akan melakukan pendampingan, bantuan teknologi, hingga peningkatan produksi. Serta, melanjutkan kerjasama yang selama ini telah dilakukan,” jelas mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal ini. (wah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *