Kesiapan Smartfren Songsong Era 5G Siapkan Instalasi BTS Smallcell

oleh

VP Technology Relations and Special Project Smartfren, Munir Syahda Prabowo, saat menunjukkan BTS Smallcell yang sudah terpasang di kawasan Masjid Al Akbar Surabaya Kamis (14/10)

PROBOLINGGO, kilasjatim.com: – PT. Smartfren Telecom, Tbk siap merilis layanan 5G secara komersial. Langkah yang dilakukan dengan melakukan uji jaringan di Bromo Probolinggo 24- 26 Oktober 2019.

Region Head South East Java Smartfren, Muhammad Cahyadi mengatakan, Smartfren memang telah menyiapkan beberapa instalasi pendukung seperti small cell di Bromo.

“Ini Langkah Smartfren dengan menempatkan 2 BTS Smallcell yakni di Ngadisari dan Tosari. Kita satu-satunya operator yang sinyalnya lancar tanpa kendala di sini dan hanya Smartfren yang bisa,” kata Cahyadi di Bromo, Jumat (25/10/2019).

Sementara itu, VP Technology Relations and Special Project Smartfren, Munir Syahda Prabowo, mengatakan, sebelumnya melakukan uji coba teknologi berbasis 5G untuk industri pada bulan Agustus 2019 lalu, Smartfren melakukan simulasi dari penerapan teknologi 5G di era 4G.

Salah satunya adalah di Surabaya, Jawa Timur dimana Smartfren menerapkan satu sistem dan juga infrastruktur yang mengambil salah satu prinsip dari teknologi 5G yaitu kepadatan jumlah penerima dan juga pemancar.

Penerapan insfrastruktur dan juga teknologi baru diterapkan adalah dengan meletakkan antena lebih dekat ke tanah, untuk mentransmisikan apa yang disebut sebagai “gelombang millimeter” dan juga menambah jumlah pemancar dan penerima yang lebih besar.

“BTS Smallcell ini akan memungkinkan kepadatan penggunaan yang lebih tinggi, salah satu prinsip teknologi 5G inilah yang sudah kami exercise dan terapkan sekarang untuk mengurai kepadatan dan juga mengoptimalkan layanan kepada para pelanggan,” ujar Munir di acara Media Experience East Java di Bromo Jumat (25/10).

VP Technology Relations and Special Project Smartfren, Munir Syahda Prabowo, Chief Brand Officer Smartfren Roberto Saputra. dan Region Head South East Java Smartfren, Muhammad Cahyadi dalam.acara Media Experience East Java di Bromo

Sementara untuk  kebutuhan end-user yang memakai handset atau perangkat mobile, masih akan menggunakan 4G. Dengan kata lain, 5G nantinya masih akan fokus pada pasar tertentu, terlebih, perangkat mobile yang mendukung 5G masih terbatas saat ini.

“5G nantinya bukan hanya sebagai suksesor 4G, karena 5G punya spesifikasi tersendiri untuk pasar yang sangat fokus, seperti industri, mobil, entertainment, yang membutuhkan kapasitas bandwith yang besar, jadi jangan terpikir 5G akan menggantikan 4G, tapi pelengkap, akan berbarengan,” urai Munir.

Hal yang sama juga diungkapkan Chief Brand Officer Smartfren Roberto Saputra. Setelah berani menjadi operator dengan jaringan 4G, pihaknya terus berinovasi untuk menyajikan sinyal terbaik untuk pelanggan.

“Smartfren melakukan banyak terobosan. Network adalah sesuatu yang baku, kita akan terus bereksperience menyajikan yang terbaik untuk pelanggan,” tutup  Roberto (kj2)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *