I Ketut Agus, Seperti Pemabuk Berat Padahal Pebisnis Sukses

oleh -488 Dilihat

Foto: Kilas Jatim/Rie

KILASJATIM.COM, Canggu, Bali – Main ke Sand Bar Canggu, Bali bakal lengkap kalau ketemu sosok nyentrik satu ini. Namanya I Ketut Agus Asmara Jaya asal Singaraja, Bali.

Sosoknya cukup populer di kawasan Sand Bar, salah satu tempat hang out di Canggu. Mempunyai banyak teman, artis tatto, pengusaha tatto dan pemilik usaha vape di kawasan tersebut.

Tapi pertama ketemu, kamu pasti nggak nyangka kalau Ketut adalah seorang pebisnis yang terbilang sukses di kawasan Canggu.

Sebab, gayanya yang perlente, sederhana, apa adanya, berbau alkohol, dan seperti pemabuk berat ini membuat kamu mundur untuk mengenalnya lebih dekat.

“Don’t judge a book by the cover,” celetuk dia saat ditemui di Sand Bar Canggu Bali belum lama ini.

Terlihat sederhana bukan berarti dia orang yang tidak penting. Sayangnya, rata-rata di Indonesia standar orang sukses selalu dilihat dari penampilan.

Bagi Ketut, tampil apa adanya ala preman membuatnya nyaman dan jauh dari sorotan, membuat pesaing bisnisnya pun kadang terkecoh dengan strategi bisnisnya itu.

“Bagi saya, tampil begini (kere/sederhana) itu tidak membuat kita mencolok. Malah enak kan, nggak bikin banyak orang iri. Saya sih yang penting bagaimana menjadi manusia itu baik, dan berbisnis pun tetap dijalankan baik. Bersaing, ayok, tapi yang baik-baik saja,” ujar Ketut yang memulai bisnisnya sejak 2019 ini.

Kunci sukses berbisnis sebagai salah satu pendatang di Canggu bagi Ketut, satu: harus kerjasama dengan orang, nekat, berani bertanggung jawab, jadilah bodo amat tapi harus tetap merendah, dan menjadi baik itu suatu kewajiban bagi manusia, karena semua perilaku kita selama hidup menjadi tanggung jawab di mata Tuhan.

Baca Juga :  Bali dari Sudut Pandang Baru

“Kita memang mencari uang untuk bertahan hidup, tapi cara mainnya yang sehat saja ya,” lanjut Ketut.

Diremehkan orang, bagi Ketut sendiri sudah menjadi makanan kesehariannya. Untuk itu, ia mempunyai tekad kuat untuk sukses sehingga bisa membungkam mulut orang yang pernah meremehkannya.

Meski saat ini ia mulai merasakan pundi-pundi kesuksesan dari beberapa bisnisnya, tapi tak dipungkiri ia pun pernah merasakan down. Fase down itu dirasakannya saat pandemi, di mana Bali benar-benar ‘off’ perputaran ekonominya karena pariwisata kala itu lock down.

Beruntung ia bisa melalui masa-masa itu. Saat itu, Ketut mempunyai simpanan uang yang tetap bisa diputar. Ia menyebutnya dengan ‘Bisnis Relationship’, yaitu memutar uangnya dengan berbisnis online/offline dari teman ke teman, dan deposito.

“Untungnya saya ada uang simpanan, karena memang saya suka dengan hidup sederhana, nggak suka hura-hura, jadi ya selama pandemi saya tetap bisa berbisnis dengan teman dari simpanan itu,” pungkas Ketut. (rie)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.