Google Komitmen Wujudkan Industri Berita Yang Sehat Dengan Model Bisnis Mengelola Pendapatan dari Pembaca

oleh

Johnsons, Head of Product, KG Media

KILASJATIM.COM, Jakarta – Google for Media hadir kembali untuk ketiga kalinya dalam rangkaian enam sesi webinar dengan mencakup berbagai topik. Pada webinar ini, mengetengahkan tema “Building an online audience”.

Google berkomitmen untuk mewujudkan industri berita yang sehat melalui model bisnis yang berkelanjutan dengan mengelola pendapatan dari pembaca.

Tentunya, hal ini juga perlu didukung oleh upaya media dalam menghadirkan konten yang berkualitas dan mudah diakses di berbagai perangkat. Berita-berita berkualitas tersebut kemudian dapat ditayangkan di lini produk Google untuk diakses oleh pembaca.

Niken Widiastuti, Sekretaris Jenderal, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, dalam sambutannya menyebutkan,pemerintah Indonesia sangat mengapresiasi kinerja dan kontribusi seluruh media yang telah menyajikan informasi sesuai fakta kepada masyarakat.

Niken Widiastuti – Sekretaris Jenderal Kemkominfo RI

“Kami menyambut baik tools yang disediakan oleh Google dan Google News Initiative yang turut berkontribusi membantu media dalam mengolah data sehingga informasi dapat diterima dengan lebih cepat oleh masyarakat dan media bisa memiliki waktu yang lebih banyak untuk menjangkau dan berinteraksi dengan audiensnya,” ungkap Niken Widiastuti, Rabu (23/09/2020).

Sementara itu, Prathita S Putra, Head of Digital Business, Tempo Media mengungkapkan solusi TEMPO untuk dapat terus menyajikan berita yang mendalam, terkurasi, dan berkualitas dalam format digital, adalah model konten berita digital berbayar.

“Kami yakin, model konten berita digital berbayar ini akan menjadi model bisnis kunci, dan dapat menghasilkan revenue yang lebih besar dari iklan. Media yang memiliki citra merek yang dipercaya oleh pembaca, akan lebih mudah dalam mengajak pembaca untuk membayar konten beritanya. Karena itu, seluruh nafas dan gerakan media harus bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan pembaca.” ujarnya.

Pembicara lainnya, Johnsons, Head of Product, KG Media mempertanyakan kenapa kita mau bergabung di Google News? Alasannya biasanya karena traffic.

“Kita percaya kalau Google adalah salah satu ekosistem yang paling besar untuk menarik traffic ke website kita. Jadi jika Google ada update atau inisiatif yang berkaitan dengan konten dan news, kita pasti akan join,” urainya.

Cahyanto Arie Wibowo, Head of Growth, KapanLagi Youniverse, menyatakan yang patut disyukuri dari Google, sekarang mereka menyediakan wadah untuk konten-konten berkualitas.

“Dari produk-produknya Google, kita bisa muncul di Search, di mana organiknya kita bisa lihat, selain kualitas, juga speed kita tingkatkan, supaya orang yang mencari topik tentang, misal seorang artis meninggal atau terjadi gempa bumi, kita selalu menjadi nomor satu saat mereka searching di Google.”

Yang menarik dari diskusi melalui webinar ini adanya pertanyaan
apakah orang Indonesia sudah siap membayar konten berita?

Prathita S Putra, Head of Digital Business dari Tempo Media Group, menyampaikan solusi TEMPO untuk dapat terus menyajikan berita yang mendalam, terkurasi, dan berkualitas dalam format digital, adalah model konten berita digital berbayar.

Prathita S Putra, Head of Digital Business dari Tempo Media Group,

“Kami yakin model konten berita digital berbayar ini akan menjadi model bisnis kunci, dan dapat menghasilkan revenue yang lebih besar dari iklan,” tegasnya.

Menurut riset TEMPO terkait perilaku pembaca di Indonesia, ada dua hal yang membuat orang mau membayar konten berita, yakni, pembaca yang pernah membayar untuk mendapatkan berita pada format cetak akan cenderung tetap bersedia membayar walau bentuk medianya berubah menjadi digital.
Ini menepis kekhawatiran akan hilangnya pelanggan cetak jika TEMPO masuk ke bisnis model berita digital berbayar.
Adanya kebutuhan dari pembaca cetak untuk mendapatkan berita dengan pengalaman interaksi yang lebih kaya, baik dari sisi kemampuan interaksi antar pembaca, interaksi antara pembaca dan penulis berita, hingga tampilan penyajian konten yang lebih interaktif, seperti format video dan suara.

“Media yang memiliki citra merek yang dipercaya oleh pembaca akan lebih mudah dalam mengajak pembaca untuk membayar konten beritanya. Karena itu, seluruh nafas dan gerakan media harus bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan pembaca,” tambah Prathita.

Sedangkan Shilpa Jhunjhunwala, South APAC Head, News and Publishing Product Partnerships dari Google, berpendapat , melalui fitur Berlangganan dengan Google, pengguna dapat memanfaatkan akun Google serta metode pembayaran mereka yang sudah ada, sehingga alur pembelian menjadi lebih singkat dan lancar. Lalu, pemilik hubungan dengan pelanggan tetap dimiliki oleh penerbit.

“Setelah kami memfasilitasi transaksi, kami akan mengirimkan informasi pelanggan kepada penerbit berita,” tutup Shilpa. (kj8)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *