Gerbangkertasusila Dipastikan Terhubung Dengan MRT dan LRT  

oleh
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur, H Eddy Paripurna.

KILASJATIM.COM, Surabaya – Kawasan metropolitan Jawa Timur bakal terhubung dengan sistem transportasi cepat berbasis rel. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur, H Eddy Paripurna ditemui di DPRD Jatim, Rabu (22/1).

“Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan atau yang diistilahkan Gerbangkertosusila sebagai kawasan metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah Jabodetabek, akan segera terhubung dengan moda transportasi massal yakni kereta. Presiden Joko Widodo sudah menerbitkan Perpres untuk ini,” kata Eddy Paripurna.

Perpres dimaksud adalah Perpres 80 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di kawasan Gerbangkertosusila, Kawasan Bromo-Tengger-Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis, dan Lintas Selatan.

Mengacu Perpres serta kondisi kewilayahan yang ada, akan ada dua jenis moda transportasi kereta, yakni Mass Rapid Transit (MRT) untuk Gerbangkertosusila dan Light Rail Transit (LRT) untuk Surabaya. MRT di Gerbangkertosusila direncanakan menggunakan jalur rel darat dan LRT jalur rel layang.

BACA JUGA: Gercep Realisasi Perpres 80/2019, Pemprov Jatim Roadshow ke Kementerian Lembaga

MRT Gerbangkertosusila menjadi jalur utama dengan kereta berkapasitas angkut berjumlah mencapai dua ribuan penumpang per rangkaian. Sedangkan LRT Surabaya dengan kereta berjarak tempuh lebih pendek dan kapasitas angkut lebih sedikit, yakni antara 500-1.000 penumpang dalam satu rangkaian kereta.

“Jadi sistemnya seperti pohon. MRT Gerbangkertosusila adalah batang besarnya. Dan LRT adalah dahan atau rantingnya untuk keperluan mobilisasi penumpang dalam jarak yang lebih pendek lagi,” terang Eddy.

Investasi untuk mendanai proyek MRT Gerbangkertosusila diperkirakan mencapai Rp 8,3 triliun. Sementara untuk LRT Surabaya Rp 15,36 triliun. (kominfo/kj9)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *