Dorong Kader Posyandu Gunakan Produk Lokal untuk PMT  

oleh -331 Dilihat
Bupati Jember, dr. Faida, MMR memberikan pengarahan.

KILASJATIM.COM, Jember – Kader posyandu diharapkan menggunakan bahan-bahan lokal dalam melaksanakan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

“Untuk PMT, gunakan bahan-bahan produk lokal. Seperti telur puyuh dari peternak Jember, agar peternak juga ikut andil dalam mengatasi bayi stunting,” kata Bupati Jember, dr. Faida, MMR.

“Ada juga abon ikan tuna kreasi dari Puger, eskrim kelor, sponcake meronggi,” jlentrehnya dalam Kongres Kader Posyandu di GOR PKPSO Kaliwates Jember, Rabu, 25 Desember 2019.

Dengan menggunakan produk lokal Jember, selain untuk saling meningkatkan perekonomian masyarakat, para pemilik usaha ini juga bisa ikut memberikan gizi dan makanan sehat bagi anak-anak.

Bupati Jember, dr. Faida, MMR besrama peserta Kongres Kader Posyandu.

Selain itu, bupati memberikan apresiasi kepada kader posyandu dengan memberikan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan. Fasilitas ini melengkapi fasilitas yang sebelumnya diberikan, yakni BPJS Kesehatan.

Dalam kongres itu diberikan secara simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan. Bupati juga menyampaikan santunan kepada ahli waris kader posyandu yang telah meninggal dunia.

Kongres sendiri diikuti sekitar 3.615 kader posyandu dari Kecamatan Rambipuji, Panti, Sukorambi, Kaliwates, Sumbersari, Patrang, dan Tempurejo.

Di samping jaminan sosial ketenegakerjaan dan kesehatan, bupati juga mengungkap fasilitas beasiswa bagi anak maupun kader posyandu yang menempuh pendidikan, hingga perguruan tinggi.

BACA JUGA: Atasi Masalah Hepatitis, Pemkab Jember Bersama Kementerian Kesehatan  

“Semua program bantuan ini diberikan karena kepedulian kader posyandu terhadap masyarakat, dalam melayani masyarakat,” terang bupati.

Fasilitas BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan ini diberikan untuk menghargai perjuangan kader posyandu. “Diberikan asuransi ketenagakerjaan yang akan melindungi kader posyandu saat bekerja,” ungkapnya.

Lebih jauh bupati akan membantu melengkapi fasilitas di posyandu. Sebab, beberapa meteran rusak, alat timbangan yang tidak akurat, hingga meja dan kursi untuk kader yang telah rusak. (hms/kj16)

No More Posts Available.

No more pages to load.