BUMDes Makmur Rejo Kembangkan Usaha Ayam Petelor

oleh -1.190 views
Ilustrasi.

KILASJATIM.COM, Bojonegoro – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Makmur Rejo, Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, terus mengembangkan usaha budidaya ayam petelor. Bantuan yang diterima dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sebesar Rp 100 juta diperuntukkan membuat kandang dan menambah jumlah ayam agar produksinya meningkat.

“Kita buat bangun kandang berukuran 4 x 15, dan beli 400 ekor ayam petelor,” ujar Ketua BUMDes Makmur Rejo, Nyamirin, Kamis (9/1/2020).

Saat ini proses pembuatan kandang masih dikerjakan. Jika pembuatan kandang dari bantuan pemkab jadi, maka BUMDes Makmur Rejo akan memiliki tiga kandang.

Sementara jumlah ayam yang akan dikelola juga bertambah. Pada tahun 2019 lalu, jumlah ayam yang dikelola sebanyak 4.500 ekor pada, dan akan ditambah menjadi 4.900 ekor pada 2020.

BACA JUGA: Polres Bojonegoro Petakan Daerah Rawan Pilkades Serentak 2020

“Tahun 2019 kemarin produksi telor kita sudah 160 Kilogram setiap hari. Itu dari 4.500 ayam,” jelasnya.

Dari produksi tersebut omzet yang didapat BUMDes Makmur Rejo setiap harinya mencapai Rp3.200.000. Dengan kakulasi harga 1 Kg telor Rp20.0000.

“Itu pendapatan kotor. Belum dipotong biaya produksi seperti pembelian pakan, obat-obatan, ongkos pekerja dan lain-lainnya,” tutur Nyamirin.

Menurut dia, hasil produksi mudah pemasarannya. Sebagian besar dibeli untuk program keluarga harapan (PKH) dari desa-desa sekitar. “Ada juga pedagang yang langsung datang ke sini,” ucapnya.

BUMDes Makmur Rejo terus berinovasi untuk menekan biaya produksi, dan mendapatkan hasil maksimal. Salah satunya memproduksi pakan sendiri yang sudah dilakukan sejak Agustus 2018 lalu.

BACA JUGA: Pemkab Bojonegoro Berikan Insentif Bagi Guru Ngaji

“Ini bisa menghemat pengeluaran dua juta rupiah setipa bulannya dibanding kita beli pakan di pertokoan. Selain itu juga untuk  menyerap produksi jagung dari petani desa sini,” jelasnya.

Oleh karena itu pihaknya berharap kepada Pemkab Bojonegoro untuk memberikan bantuan alat pencampur pakan. Agar produksi pakan dan serapan jagung ke petani bisa lebih maksimal.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Juwono Prawiro menegaskan, pemberian bantuan Rp100 juta ini merupakan salah satu dari 17 program prioritas pemkab untuk menguatkan dan mengembangkan BUMDes. Bantuan diberikan kepada BUMDes yang mengelola usaha bidang peternakan, perikanan, pertanian dan wisata, agar mampu menumbuhkan ekonomi kerakyatan yang berjuang pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Dari target 100 BUMDes, tahun 2019 ini ada 93 BUMDes yang diberikan bantuan keuangan,” pungkas mantan Camat Kedungadem itu. (kominfo/kj24)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.