Beri Penghargaan 4 Tokoh Perempuan di Jatim.

oleh

KILASJATIM.COM, Sidoarjo – Dalam merayakan hari jadinya ke 4 tahun,  Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) Jawa Timur,  memberikan penghargaan kepada empat tokoh perempuan di Jawa Timur, masing masing
Fatma Syaifullah Yusuf,  Arumi Emil Dardak,  Deny dan  Ika, dua  yang dinilai sebagai perempuan penuh dedikasi terhadap karir dan keluarganya.

Penghargaan diberikan dalam rangkaian acara yang sekaligus ajang silaturahmi antar pengusaha muslimah  mengetengahkan tema
“Funtastic Four Celebration”
di hotel Sofia Jl. Raya Juanda Sabtu (14/12/2019).

Ketua Ipemi Jatim, Miming Merina S.sos.SH.MM. mengatakan, dalam kurun waktu 4 tahun banyak anggota Ipemi Jatim berhasil meraih penghargaan di ajang nasional maupun internasional. Salah satunya Fatma Saifullah Yusuf  yang mendapatkan penghargaan sebagai pembina Ipemi terbaik seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah dalam perjalanannya Ipemi Jatim berhasil mendirikan cabang di Kota dan Kabupaten di Jawa Timur. Saat ini baru 20 kabupaten /kota yang sudah ada, target kami
berkembang di 38 kabupaten/kota di Jatim dan dukungan dari instansi pemerintah maupun swasta terhadap kegiatan Ipemi,” kata Miming, Sabtu (14/12/2019).

Ke depan Ipemi Jatim berkeinginan mencetak seribu pengusaha muslimah baru setiap tahunnya. “Kami mengharapkan anggota startup dapat bergerak menjadi menengah dan yang menengah menuju yang mandiri. Semoga keluarga Ipemi dapat mandiri dalam berbisnis,” harapnya.

Acara yang juga menghadirkan Bambang Haryo, sebagai keynote speaker ini juga  mengkritisi birokrasi dalam pengurusan ijin usaha makanan minuman yang harus memiliki ijin sertifikasi PIRT waktu pengurusan sebulan dan pengurusan sertifikasi halal hampir setahun dari MUI dan pakaian harus memiliki sertifikasi SNI perlu waktu tiga bulan untuk pengurusan yang prosesnya tak sesuai program Presiden Jokowi yang hanya tiga jam perijinan langsung jadi.

“Saya melihat perbankan tidak peduli terhadap kita (pengusaha UKM). Padahal resiko KUR UMKM hanya 0,001 persen, sedangkan KUR pengusaha infrastruktur sekitar 3-9 persen. Ini membuktikan ibu-ibu UMK jauh lebih hebat. UMKM penumbuh ekonomi seharusnya pemerintah lebih memperhatikan kredit usaha UMKM aktif di Jatim sebesar 57 persen. Mestinya perbankan lebih memperhatikan UMKM. Nanti saya akan datangkan dirut bank Mandiri dan BRI ke Jatim untuk bertemu dengan para ibu pengusaha muslimah,” kata Bambang Haryo. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *