Anxiety Care Indonesia Adakan Webinar Gratis di “Mental Health Day”

oleh

KILASJATIM.COM, JAKARTA – Hari Kesehatan Mental Sedunia diperingati pada 10 Oktober setiap tahunnya. Yayasan Anxiety Care Indonesia akan mengadakan webinar 6 jam dengan tema “Sehat dengan Penuh”.

Acara yang akan diadakan secara online dengan media Zoom pada tanggal 10 Oktober
2021 pukul 16.00 ini akan menghadirkan beberapa Ahli Kesehatan Mental, seperti dr. Era Catur Prasetya Sp.Kj (Psikiater dari RS Muhammadiyah Lamongan), Laela Nur Azqiyah, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dr. I Gusti Putu Darmika Jati (yogist dan hypnotherapist), dan dr. Anggoro Eka Raditya, Sp.THT-KL (Spesialis THT dari RS Happy Land, Yogyakarta).

Menurut Ketua Yayasan Anxiety Care Indonesia, Gede Sandhi, tema yang diusung oleh Yayasan ACI kali ini merupakan dukungan dan berbagi pengetahuan bagi para penyintas Anxiety Disorder di Indonesia yang jumlahnya meningkat setelah masa pandemic Covid-19.

“Banyak data yang menjelaskan bahwa semenjak pandemic Covid-19 berlangsung di
awal tahun 2020 jumlah penderita gangguan mental di dunia meningkat cukup signifikan,” kata pria yang akrab dipanggil Lolo ini. Ia menambahkan, WHO sendiri mencatat 13 persen dari beban penyakit global adalah penyakit mental (kejiwaan).

Lebih lanjut, Sandhi menjelaskan, secara umum, kesehatan mental merupakan bagian
dari kesehatan secara keseluruhan. Sehat mental berarti sehat secara fisik, mental, spiritual, dan social sehingga mampu hidup mandiri dan produktif dan mampu berkontribusi. “Oleh karena itu tema yang kita angkat adalah Sehat dengan Penuh, yang artinya sehat menyeluruh, ada jiwa, pikiran, emosi, sosial, dan spiritual harus hadir,” tegas Sandhi.

Stigma gangguan kesehatan mental (jiwa) masih sangat negative. Para penyintas
gangguan mental, merasa sendiri dan penyakit seperti ini dianggap sebagai aib yang tidak pantas diketahui khalayak banyak.

Sementara, berdasarkan angka survei yang dilakukan oleh Perhimpunan Spesialis
Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) yang melakukan pengumpulan data di 34 propinsi selama April hingga Agustus 2020 di Indonesia menunjukkan makin meningkatnya angka penderita
gangguan kecemasan umum (general anxiety disorder / GAD) dan gangguan mental lain
hingga 64%.

Angka tersebut adalah angka yang masuk dalam ruang penanganan professional
kesehatan jiwa (psikiater). Kemungkinan, angka di luar penangan professional masih cukup besar jumlah penderita di Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan mental.

Memelihara kesehatan mental berarti, memastikan mereka yang sehat dapat
menjalani kehidupan penuh arti (wellbeing), mereka yang beresiko dapat ditangani dengan dini, mereka yang sakit (illness) mendapatkan pengobatan secara paripurna.

Tingginya angka prevelensi terhadap gangguan mental Indonesia bisa dikatakan 1 dari5 penduduk Indonesia mengalami potensi gangguan mental. Artinya sekitar 20% dari 250 juta jiwa penduduk Indonesia memiliki potensi gangguan kesehatan mental.

Yayasan ACI berharap agar kampanye mengenai Kesehatan Mental ini bisa didukung oleh media cetak, online, maupun social, sehingga bisa digaungkan ke khalayak masyarakat Indonesia, agar tidak memiliki stigma yang buruk terhadap penyintas dan mampu menjaga kesehatan mental layaknya menjaga kesehatan fisik setelah pandemic. kj

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *