Basarnas Tutup Pencarian KM Virgo Transport 8, 53 Orang Masih Hilang

oleh -67 Dilihat
Oleh
Redaksi
Reporter
Basarnas mengevakuasi jenazah KM Virgo Transport 8 dari dalam bangkai kapal. (Foto: dok Basarnas)

KILASJATIM.COM, Banjarmasin – Basarnas resmi menutup operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa setelah berlangsung selama 53 hari. Meski demikian, 53 orang dari total 243 penumpang dalam manifes kapal masih belum ditemukan.

Penutupan operasi dilakukan pada Rabu (4/11/2026) setelah tim SAR gabungan mengevaluasi seluruh upaya pencarian. Hingga hari terakhir operasi, sebanyak 190 orang telah ditemukan.

Dari jumlah tersebut, 108 orang ditemukan selamat, sedangkan 82 lainnya meninggal dunia. Sementara 53 orang masih dinyatakan hilang sejak kapal mengalami kecelakaan pada Minggu (13/9/2026).

Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, mengatakan keputusan penutupan diambil berdasarkan hasil evaluasi bersama seluruh unsur SAR gabungan.

“Operasi SAR terhadap KM Virgo Transport 8 pada hari ini, Rabu 4 November 2026, telah ditutup dan dilanjutkan dengan pemantauan oleh seluruh unsur,” kata I Putu dalam konferensi pers di Banjarmasin, Rabu petang.

I Putu menjelaskan, penutupan operasi mengacu pada Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan. Aturan tersebut menetapkan operasi SAR berlangsung selama tujuh hari dan dapat diperpanjang berdasarkan evaluasi apabila masih terdapat indikasi korban bisa ditemukan.

Selama 53 hari pencarian, Basarnas mengerahkan tim gabungan yang melibatkan TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, BPBD, Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, BMKG, serta berbagai potensi SAR lainnya.

Pencarian dilakukan melalui tiga metode, yakni penyisiran udara, pencarian di permukaan laut, dan penyelaman.

Penyisiran udara menggunakan helikopter serta pesawat Boeing dan Cessna. Sementara pencarian di permukaan laut melibatkan kapal Basarnas, TNI Angkatan Laut, Kementerian Perhubungan, dan unsur perusahaan.

Tim penyelam gabungan dari Basarnas, TNI AL, dan Polri juga dikerahkan untuk mencari korban.

Baca Juga :  Dugaan Kelailaian Ambruknya Ponpes Al Khoziny, Polda Jatim Naikkan Status Penyelidikan dan Segera Periksa Saksi

Area pencarian mencakup perairan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, hingga wilayah kerja Kantor SAR Pontianak di Kalimantan Barat. Tim turut menyisir kawasan pantai dan pulau-pulau tidak berpenghuni.

Berdasarkan evaluasi, tim SAR tidak lagi menemukan tanda-tanda keberadaan korban yang dapat ditindaklanjuti melalui pencarian di permukaan perairan.

Sementara itu, proses salvage atau pengangkatan bangkai kapal masih membutuhkan tahapan tersendiri sehingga belum dapat menjadi dasar untuk memperpanjang operasi SAR.

Meski operasi resmi ditutup, Basarnas tetap memantau informasi terkait kemungkinan ditemukannya korban. Operasi pencarian dapat dibuka kembali apabila terdapat petunjuk yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Basarnas siap membuka kembali operasi SAR apabila di kemudian hari terdapat tanda-tanda keberadaan korban dan proses pengangkatan kapal memungkinkan dilaksanakan,” ujar I Putu.

Pembukaan kembali operasi nantinya akan dikoordinasikan dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, Kementerian Perhubungan, dan seluruh unsur terkait. (cit)