KILASJATIM. COM, Surabaya —Searah merupakan perusahaan energi independen hasil usaha patungan (joint venture) 50:50 antara PETRONAS dan Eni yang resmi berdiri pada 1 Juni 2026, memperkuat produksi dan infrastruktur gas sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan energi bagi industri di Jawa Timur dalam jangka panjang, yakni dengan mengembangkan proyek strategis East Java Gas Hub.
Senior Manager Strategic & Business Planning Manager Searah, Nabil Aswad M Hatta, mengatakan komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan operasi dan mengembangkan aset di Jawa Timur.
“Dengan pengalaman dan fondasi operasional yang telah terbangun, kami berkomitmen menjaga keandalan operasi, mengoptimalkan potensi aset, serta mendukung ketahanan energi melalui pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab,” ujar Nabil dalam kegiatan media engagement bersama hampir 50 perwakilan media regional Jawa Timur dan lokal Sampang, Selasa (3/11/2026)
Ditambahkan Nabil, pengembangan East Java Gas Hub menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi bagi industri di Jawa Timur, mengingat kebutuhan gas Jawa Timur masih sangat besar, namun, pasokan gas di wilayah ini mengalami penurunan.
“East Java Gas Hub tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan gas saat ini, tetapi juga disiapkan sebagai platform pertumbuhan kawasan dan mendukung aktivitas masyarakat selama lebih dari satu dekade, ‘ jelasnya.
Salah satu kekuatan Searah dalam mengembangkan proyek tersebut adalah keberadaan sejumlah aset migas di wilayah Madura dan sekitarnya. Di Wilayah Kerja (WK) Ketapang, perusahaan telah mengoperasikan lapangan Bukit Tua serta mengembangkan proyek Bukit Panjang. Lapangan Bukit Tua hingga Juni 2026 mencatat produksi sekitar 2.997 barel setara minyak per hari (BOEPD) dan gas sebesar 33 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Untuk meningkatkan produksi, Searah mulai mengembangkan sumur baru NZ3 pada September 2026. Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai pada November 2026. Dengan tambahan pasokan dari sumur NZ3, produksi gas Searah diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 40-41 MMSCFD. Meski demikian, tambahan produksi dari NZ3 diperkirakan hanya dapat bertahan sekitar dua tahun. Karena itu, Searah menyiapkan pengembangan lapangan Bukit Panjang sebagai sumber pasokan gas jangka panjang.
Dukungan dan koordinasi SKK Migas menjadi bagian penting dalam proses transisi PCK2L ke Searah. Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Jabanusa, Febrian Ihsan, menyoroti pentingnya keberlanjutan investasi dan pengembangan lapangan dalam mendukung ketahanan energi nasional serta mendorong kontribusi ekonomi dan sosial bagi daerah.
“Kehadiran Searah menjadi bagian dari perkembangan industri hulu migas di Jawa Timur. Keberlanjutan investasi dan pengembangan lapangan perlu didukung koordinasi yang baik antara perusahaan, SKK Migas, pemerintah daerah, masyarakat, dan media agar kegiatan operasi berjalan aman dan bertanggung jawab serta memberikan manfaat bagi wilayah sekitar,” terang Febrian.
Di Jawa Timur, Searah Ketapang II Ltd. mengelola Wilayah Kerja Ketapang dan North Ketapang, dengan kegiatan yang mencakup produksi, pengembangan lapangan, serta eksplorasi.
Lapangan Bukit Tua di Wilayah Kerja Ketapang yang berproduksi sejak 2015 telah menjadi bagian dari pasokan energi bagi Jawa Timur selama lebih dari satu dekade. Upaya mengoptimalkan potensi lapangan ini berlanjut melalui pengeboran sumur NZ3 yang dimulai pada September 2026, dengan produksi gas juga ditargetkan pada tahun ini.
Di wilayah kerja yang sama, pengembangan Lapangan Bukit Panjang menjadi bagian dari upaya Searah Ketapang II Ltd. untuk meningkatkan pemanfaatan potensi sumber daya gas.
Proyek ini memperoleh persetujuan Keputusan Investasi Akhir (FID) pada April 2026, disusul seremoni pemotongan baja pertama pada Juni 2026 yang menandai dimulainya fabrikasi fasilitas produksi.
Saat ini, pekerjaan rekayasa, pengadaan, konstruksi, instalasi, dan komisioning (EPCIC) tengah berlangsung untuk mendukung target produksi perdana pada 2028, dengan perkiraan puncak produksi mencapai 50 MMSCFD.
Sementara itu, kegiatan eksplorasi di Wilayah Kerja North Ketapang membuka peluanguntuk pengembangan lebih lanjut. Penemuan hidrokarbon melalui pengeboran sumur Barokah-1 pada Februari lalu memperkuat pemahaman mengenai potensi Cekungan Madura Utara dan menjadi dasar bagi evaluasi lanjutan atas peluang pengembangan sumber daya di wilayah tersebut.
Selain mengembangkan aset, Searah Ketapang II Ltd. juga terus melanjutkan program pengembangan masyarakat yang berfokus pada pendidikan, pelestarian lingkungan, dan
diversifikasi ekonomi. Program dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta dilaksanakan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, SKK Migas dan pemangku kepentingan setempat.
Pimpinan Stakeholder Relations Searah Ketapang II Ltd., Fery Sarjana, menekankan pentingnya kolaborasi untuk memastikan program perusahaan relevan dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat jangka panjang.
“Keberlanjutan operasi berjalan seiring dengan tanggung jawab kepada masyarakat di sekitar wilayah kerja. Kami berkomitmen menjalankan program yang sesuai dengan kebutuhan setempat dan ketentuan yang berlaku serta memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan,” jelas Fery.
Seiring dengan perkembangan proyek, Searah Ketapang II Ltd. juga akan melanjutkan komunikasi dan sosialisasi kepada masyarakat guna mendukung pemahaman mengenai kegiatan operasional dan perkembangannya.
Melalui pengelolaan aset yang bertanggung jawab dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, Searah Ketapang II Ltd. berkomitmen menjaga kesinambungan operasi hulu migas sekaligus memperkuat kontribusinya bagi masyarakat dan ketahanan energi di Jawa Timur. (nov)
