Trans Jatim Koridor II Malang Raya Resmi Beroperasi, Layani Rute Kepanjen-Malang

oleh -320 Dilihat
Oleh
Frizal Kurniawan

KILASJATIM.COM, Malang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan operasional Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya yang menghubungkan Kabupaten Malang dengan Kota Malang. Kehadiran koridor baru ini diharapkan memperluas akses transportasi publik sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat di kawasan Malang Raya.

Peresmian berlangsung di halaman Kantor Bupati Malang dan dihadiri Bupati Malang Sanusi, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, serta Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto. Prosesi ditandai dengan penekanan tombol sirene dan pemecahan kendi, dilanjutkan pemberangkatan armada bus Trans Jatim.

Koridor II melayani rute Terminal Talangagung, Kepanjen, menuju Gondanglegi, Bululawang, Terminal Tipe B Hamid Rusdi, hingga Terminal Madyopuro di Kota Malang. Dengan panjang lintasan sekitar 36 kilometer, perjalanan diperkirakan membutuhkan waktu 1,5 jam.

Pemprov Jatim menyiapkan 15 armada bus dengan dukungan 56 titik pemberhentian berupa shelter dan rambu bus stop. Layanan ini melengkapi Koridor I Malang Raya yang telah beroperasi sejak November 2025 dengan rute Terminal Hamid Rusdi-Terminal Landungsari-Terminal Batu.

Kedua koridor tersebut terintegrasi sehingga penumpang dapat berpindah layanan tanpa membayar tarif tambahan. Syaratnya, perpindahan dilakukan dalam waktu kurang dari dua jam dalam satu tiket perjalanan.

Tarif reguler ditetapkan Rp5.000 untuk penumpang umum dan Rp2.500 bagi pelajar, mahasiswa, serta santri. Khusus Koridor II, masyarakat dapat menikmati layanan gratis selama masa sosialisasi pada 30 Oktober-5 November 2026.

Selain itu, Khofifah menetapkan kebijakan tarif gratis bagi penyandang disabilitas di seluruh koridor Trans Jatim, baik kawasan Gerbangkertasusila maupun Malang Raya, mulai 31 Oktober 2026.

“Kebijakan ini merupakan upaya menghadirkan transportasi publik yang inklusif dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat. Dia berharap kebijakan itu dapat diteruskan oleh gubernur berikutnya,’ ujar Khofifah, Jumat, 30/10/2026.

Baca Juga :  Jatim Raih Dua Penghargaan JDIH Nasional 2026, Dapat Predikat AA dan Nilai 100

Untuk memperkuat konektivitas Malang Selatan, Pemprov Jatim juga menyediakan enam bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dengan rute Terminal Arjosari-Terminal Hamid Rusdi-Kepanjen-Ngliyep-Balekambang-Sendang Biru.

Dari sisi pelayanan, armada Trans Jatim Koridor II dilengkapi CCTV, running text, videotron, serta sistem pemantauan langsung melalui ruang monitoring Dinas Perhubungan Jatim. Pemprov juga menerapkan Traffic Priority System berbasis Intelligent Transportation System (ITS) di Simpang Tiga Dinoyo untuk memberikan prioritas perjalanan bagi bus.

Pembayaran dapat dilakukan secara nontunai menggunakan QRIS melalui Bank Jatim, bank Himbara, maupun dompet digital OVO. Informasi perjalanan juga tersedia melalui aplikasi Trans Jatim Ajaib yang telah diunduh lebih dari 100.000 pengguna.

Khofifah mengatakan, pengembangan transportasi publik menjadi penting mengingat Malang Raya merupakan kawasan pendidikan, perdagangan, ekonomi, dan pariwisata. Peningkatan layanan diharapkan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

Jumlah penumpang Trans Jatim tercatat meningkat dari 5,9 juta orang pada 2025 menjadi 7,6 juta orang pada 2026. Saat ini, layanan tersebut didukung 166 armada, terdiri atas 152 bus reguler dan 14 bus luxury.

Bupati Malang Sanusi mengapresiasi kehadiran koridor baru tersebut. Menurutnya, lintasan Trans Jatim melewati sejumlah fasilitas pelayanan publik, termasuk rumah sakit dan kawasan pendidikan, sehingga dapat mempermudah mobilitas masyarakat.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ibu Gubernur atas hadirnya layanan Trans Jatim Koridor II ini. Alhamdulillah, lintasannya melewati banyak fasilitas pelayanan publik, termasuk rumah sakit dan kawasan pendidikan,” katanya.

Khofifah berharap pengoperasian Koridor II semakin memperkuat keterhubungan antarwilayah sekaligus memberikan alternatif transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi warga Malang Raya. (Fri)