KILASJATIM.COM, Bondowoso – Kreativitas pelajar di era digital memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi karya bernilai ekonomi sekaligus memperkenalkan identitas daerah. Peluang inilah yang ingin dikembangkan melalui kehadiran Komunitas MAZ Localore di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, dengan mendorong generasi muda mengolah potensi lokal menjadi produk kreatif dan kekayaan intelektual.
Peluncuran Komunitas MAZ Localore yang dirangkai dengan talk show pengembangan 20 Intellectual Properties (IP) berbasis kreativitas digital dan kearifan lokal menjadi langkah awal membangun ruang kolaborasi bagi pelajar. Melalui komunitas ini, gagasan kreatif diharapkan tidak berhenti sebagai ide, tetapi berkembang menjadi karya nyata yang memiliki nilai tambah dan daya saing.
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bondowoso, Dwi Wahyudi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan potensi daerah.
Menurutnya, kekuatan daerah di era digital tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada ide, kreativitas, budaya, dan kemampuan mengemas potensi lokal menjadi produk yang bernilai ekonomi.
Bondowoso memiliki beragam kekayaan budaya dan potensi unggulan yang dapat dikembangkan melalui industri kreatif. Dengan dukungan teknologi digital, cerita dan identitas daerah bisa diolah menjadi film, animasi, desain, video kreatif, hingga merchandise yang menarik bagi pasar yang lebih luas.
Pengembangan Intellectual Properties atau kekayaan intelektual menjadi salah satu peluang strategis untuk mewujudkan potensi tersebut. Karya yang terinspirasi dari identitas lokal diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga membuka peluang usaha dan pendapatan bagi generasi muda.
MAZ Localore Dorong Pelajar Jadi Kreator Digital
Founder Komunitas MAZ Localore, Azka Fauzan, menjelaskan bahwa komunitas tersebut dibentuk sebagai wadah kolaborasi bagi pengurus OSIS dan ekstrakurikuler tingkat SMA, SMK, serta Madrasah Aliyah (MA) sederajat, baik negeri maupun swasta di Kabupaten Bondowoso.
MAZ Localore mengusung tiga pilar utama, yakni inovasi pendidikan, kearifan lokal, dan transformasi digital. Ketiga pilar tersebut menjadi landasan untuk mendorong pelajar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan karya yang bermanfaat dan memiliki nilai jual.
Bidang yang dapat dikembangkan pun beragam, mulai dari produksi film, animasi, desain grafis, video kreatif, hingga pembuatan merchandise dan gantungan kunci yang mengangkat ciri khas Bondowoso.
Potensi lokal seperti Gunung Ijen dan tape khas Bondowoso, misalnya, dapat diolah menjadi desain visual, produk suvenir, maupun konten digital yang dekat dengan generasi muda. Dengan pengemasan kreatif, identitas daerah berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas.
Azka menegaskan, visi MAZ Localore adalah mendorong anak muda Bondowoso agar mampu menghasilkan karya yang memiliki nilai dan berpotensi memberikan pendapatan.
Melalui komunitas ini, pelajar diharapkan dapat mengasah keterampilan, membangun jejaring, mengenal dunia usaha, serta memperoleh pengalaman dalam menciptakan produk sesuai kebutuhan pasar.
Sekolah Jadi Ruang Pengembangan Produk Kreatif
Salah satu peluang yang ingin dikembangkan MAZ Localore adalah menghubungkan keterampilan kreatif siswa dengan kebutuhan nyata di lingkungan sekolah.
Berbagai kegiatan pendidikan, seperti seminar, peringatan hari besar, dan acara siswa, membutuhkan dukungan desain publikasi, video dokumentasi, hingga merchandise. Kebutuhan tersebut berpotensi dipenuhi melalui karya pelajar yang memiliki kemampuan di bidang terkait.
Melalui pola kolaborasi ini, sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan produktif siswa.
Pelajar dapat belajar mengembangkan ide, mengerjakan proyek, bekerja dalam tim, hingga menghasilkan produk yang bisa dimanfaatkan. Di sisi lain, sekolah berkesempatan mengoptimalkan potensi peserta didik sekaligus memberikan pengalaman praktik yang relevan dengan dunia kerja.
Pola tersebut juga diharapkan memperkuat hubungan antara pendidikan dan industri kreatif. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh pelajar tidak hanya bersifat teoritis, tetapi dapat diterapkan dalam kegiatan nyata.
Rekrutmen Anggota MAZ Localore Dibuka November 2026
Untuk memperluas gerakan kreativitas digital di Bondowoso, MAZ Localore merencanakan pembukaan rekrutmen anggota secara terbuka sekitar pertengahan November 2026.
Sasaran utama rekrutmen ini adalah pelajar aktif SMA, SMK, atau MA sederajat di Kabupaten Bondowoso, baik sekolah negeri maupun swasta. Pengurus OSIS dan ekstrakurikuler menjadi salah satu kelompok yang disasar untuk membangun jaringan kreativitas antarsekolah.
Melalui rekrutmen tersebut, MAZ Localore ingin mempertemukan pelajar dengan beragam bakat dan minat, mulai dari desain grafis, produksi audiovisual, animasi, hingga pengembangan produk kreatif.
Keterlibatan pelajar dari berbagai sekolah diharapkan dapat memperluas peluang kolaborasi dan melahirkan karya yang memiliki ciri khas Bondowoso.
Berharap Produk Kreatif Pelajar Mendapat Ruang Pasar
Azka Fauzan berharap Pemerintah Kabupaten Bondowoso dapat membuka peluang lebih luas bagi produk hasil karya pelajar untuk dilibatkan dalam berbagai kegiatan pemerintahan.
Menurutnya, produk kreatif buatan pelajar perlu mendapatkan ruang untuk diperkenalkan dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan, kualitas, serta ketentuan pengadaan yang berlaku. Dukungan tersebut diharapkan membuka peluang pasar sekaligus meningkatkan kepercayaan diri generasi muda untuk terus berkarya.
Merchandise bertema Gunung Ijen, produk yang mengangkat tape khas Bondowoso, dan berbagai karya lain yang merepresentasikan identitas lokal dapat menjadi media promosi daerah dengan pendekatan kreatif.
Kolaborasi pemerintah, sekolah, dan komunitas diharapkan tidak hanya memberikan ruang bagi pelajar untuk memamerkan karya, tetapi juga membantu mereka memperoleh pengalaman dalam mengembangkan potensi ekonomi dari kreativitas.
Sejalan dengan upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso mendorong kolaborasi antara talenta muda, dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, dan pemerintah untuk melahirkan karya inovatif yang berkelanjutan serta bernilai ekonomi.
Peluncuran MAZ Localore diharapkan menjadi titik awal terbentuknya ekosistem industri kreatif yang mampu mengubah kekayaan lokal menjadi kekuatan baru pembangunan daerah.
Bondowoso tidak hanya memiliki potensi alam dan budaya yang membanggakan. Dengan kreativitas generasi mudanya, potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi karya digital, produk kreatif, dan kekayaan intelektual yang berpeluang bersaing di tingkat regional, nasional, hingga internasional.
Pada akhirnya, keberhasilan industri kreatif bukan sekadar diukur dari banyaknya ide yang lahir, melainkan dari kemampuan mewujudkan ide menjadi karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus membuka peluang kesejahteraan bagi generasi muda Bondowoso.(wan)
