KILASAJATIM.COM, Surabaya – Kebun hidroponik Sri Rejeki Jitu di Kedurus, Surabaya, didorong untuk berkembang menjadi pusat kegiatan produktif warga sekaligus penopang ketahanan pangan kampung.
Dorongan itu disampaikan Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Yona Bagus Widyatmoko alias Cak Yebe saat menjaring aspirasi warga RT 7 RW 1, Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karangpilang, Rabu (7/10/2026).
Cak Yebe juga memberikan bantuan Rp10 juta untuk mendukung operasional kebun hidroponik yang dikelola warga tersebut.
Menurutnya, hasil kebun tidak hanya memiliki nilai ekonomi karena dipasarkan ke supermarket dan pasar modern. Sebagian hasil panen juga didistribusikan kepada balita, ibu hamil, dan lansia di sekitar lokasi.
“Manfaat urban farming ini tidak hanya untuk ekonomi, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi warga,” kata Cak Yebe.
Selain bantuan dana, politisi Gerindra itu menyerahkan empat tong komposter kepada warga. Pengelolaan sampah organik dinilai bisa diintegrasikan dengan kegiatan urban farming agar limbah rumah tangga kembali dimanfaatkan.
“Pengelolaan sampah organik juga harus berjalan bersama dengan urban farming. Limbah organik bisa dikelola dan dimanfaatkan kembali,” ujarnya.
Cak Yebe juga mendorong warga memanfaatkan lahan yang masih tersedia untuk mengembangkan usaha lain. Salah satunya peternakan ayam petelur sebagai pelengkap usaha hidroponik.
Menurut dia, diversifikasi tersebut bisa memperluas sumber pangan sekaligus membuka peluang pendapatan baru bagi warga.
“Kalau masih memungkinkan, bisa dikembangkan untuk ternak ayam petelur sehingga ada diversifikasi usaha dan hasil yang mendukung ketahanan pangan warga,” katanya.
Ia menilai konsep tersebut dapat dikembangkan secara bertahap, mulai dari produksi pangan, pengolahan sampah organik hingga pemasaran hasil. Pengelolaan bersama di tingkat kampung diharapkan membuat program tidak bergantung pada bantuan.
“Harapannya, warga tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi bisa terus mengembangkan usaha ini secara mandiri,” pungkas Cak Yebe. (FRI)
