Misi Dagang Jatim-Kaltara Catat Transaksi Rp2,5 Triliun, Khofifah Dorong Perluasan Pasar

oleh -29 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur (Jatim)-Kalimantan Utara (Kaltara) yang dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membukukan transaksi senilai Rp2,5 triliun.

Kegiatan yang digelar di Hotel Tarakan Plaza tersebut mencatat total transaksi sebesar Rp2.507.940.886.000.

Dari jumlah tersebut, penjualan produk Jawa Timur ke Kalimantan Utara mencapai Rp1.644.652.687.600. Sementara pembelian Jawa Timur dari Kalimantan Utara tercatat Rp863.288.184.400.

Khofifah mengatakan capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi perdagangan antara kedua provinsi.

Namun, ia menegaskan transaksi dalam misi dagang tidak boleh berhenti sebagai angka dalam satu forum.

“Misi Dagang Jawa Timur dan Kalimantan Utara adalah membersamai, menguatkan, meluaskan, dan mengembangkan seluruh sektor potensial yang dimiliki kedua daerah,” ujar Khofifah, dalam keterangannya, Selasa, 8/9/2026.

Menurut dia, misi dagang yang telah digelar sebanyak tujuh kali sepanjang 2026 tersebut harus menjadi pintu masuk untuk memperluas pasar, memperkuat mata rantai pasok, membuka investasi, dan membangun kemitraan bisnis berkelanjutan.

Sejumlah komoditas Jawa Timur yang diperdagangkan ke Kalimantan Utara antara lain olahan daging unggas, beras, susu, daging sapi, kepiting, produk tembakau, pakan ikan, kopi robusta, pupuk organik cair, besi beton, hingga produk kerajinan.

Sementara itu, komoditas dari Kalimantan Utara yang dibeli Jawa Timur meliputi kayu bulat, bandeng, kepiting soka, udang, tuna, rumput laut, Palm Kernel Expeller (PKE), serta produk ikan patin.

Khofifah juga menyoroti potensi komoditas Kalimantan Utara yang dinilai belum banyak terkoneksi dengan pasar Jawa Timur, salah satunya sarang burung walet.

Menurut Khofifah, Jawa Timur memiliki pengalaman membuka akses pasar sarang burung walet ke sejumlah negara, seperti Hong Kong, China, dan Korea Selatan.

“Potensi sarang burung walet di Kaltara ini sangat besar dan perlu kita koneksikan dengan jejaring pasar yang lebih luas,” katanya.

Baca Juga :  Banyak Menu MBG Tidak Habis, Wali Kota Eri Beri Masukan ke BGN

Selain memperluas pasar, Khofifah mendorong penguatan konektivitas organisasi dunia usaha, seperti Kadin, IWAPI, dan HIPMI di kedua provinsi.

Kerja sama juga ditandai dengan penandatanganan sejumlah Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara perangkat daerah dan organisasi dunia usaha Jatim-Kaltara.

Khofifah berharap kesepakatan tersebut segera diwujudkan dalam aksi konkret.

Berdasarkan data Perdagangan Antarwilayah Jawa Timur dengan Seluruh Provinsi Tahun 2024, total nilai perdagangan Jatim-Kaltara mencapai Rp10,83 triliun.

Khofifah menilai angka tersebut menunjukkan hubungan ekonomi kedua provinsi sudah kuat, tetapi masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan.

“Ruang untuk memperluas perdagangan dua arah masih sangat terbuka, baik dari sisi diversifikasi komoditas maupun peningkatan nilai transaksi,” ujarnya.

Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang mengapresiasi pelaksanaan misi dagang tersebut.

Menurut Zainal, kegiatan itu tidak hanya mempertemukan penjual dan pembeli, tetapi juga membuka peluang investasi serta kemitraan usaha jangka panjang.

“Misi Dagang sangat strategis dan penting, tidak hanya berhenti sebagai pertemuan transaksi sesaat, tapi ini langkah nyata perluasan investasi dan membangun kemitraan usaha yang berkelanjutan,” kata Zainal.(Den/Fri)