Kebakaran Gunung Argopuro Masih Berkobar, Water Bombing Disiapkan

oleh -44 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Petugas menyisir kawasan Gunung Argopuro untuk mencari titik api. (Foto dok BBKSDA Jatim)

KILASJATIM.COM, Jember – Kebakaran hutan di kawasan konservasi Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang atau Gunung Argopuro, Jawa Timur, masih berkobar. BBKSDA Jawa Timur belum bisa memastikan luas maupun penyebab kebakaran karena api masih merembet.

Kepala BBKSDA Jawa Timur Nur Patria mengatakan pemadaman masih dilakukan bersama sejumlah instansi daerah. Pemetaan luasan kebakaran baru akan dilakukan setelah api berhasil dipadamkan.

“Kami belum berani merilis berapa luas karena apinya masih berkobar,” kata Nur Patria, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, pemetaan nantinya dilakukan dengan menggabungkan pendataan di lapangan dan pemantauan menggunakan drone atau citra satelit. Dengan cara itu, luasan kawasan yang terbakar dapat dideliniasi lebih akurat.

Selain pemadaman dari darat, BBKSDA menyiapkan opsi pemadaman melalui udara atau water bombing. Helikopter akan dikerahkan untuk menjatuhkan air ke titik-titik kebakaran yang sulit dijangkau dari darat.

Nur berharap helikopter yang saat ini digunakan untuk penanganan kebakaran di Gunung Ijen dapat digeser ke Argopuro setelah operasi di Ijen selesai.

“Mudah-mudahan water bombing setelah selesai di Ijen bisa digeser ke Argopuro,” ujarnya.

Upaya mendatangkan hujan juga dilakukan. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menebar garam ke awan telah dilakukan di sekitar Gunung Ijen dan Gunung Argopuro. Operasi tersebut diharapkan membantu memicu hujan di kawasan yang terdampak kebakaran.

Namun, kondisi kemarau dan angin kencang membuat api masih berpotensi merembet. Karena itu, BBKSDA meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, ladang maupun sampah.

“Musim kemarau ini sangat terik, masyarakat tidak boleh membakar lahan, ladang dan sampah karena angin sangat kencang,” kata Nur.

BBKSDA juga mengingatkan pentingnya menjaga kawasan Argopuro karena keberadaan gunung tersebut berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat di sekitarnya, termasuk dari sisi ekonomi.

Baca Juga :  Presiden dan Ibu Iriana Gelar Jamuan Santap Malam bagi Para Pemimpin G20

Sementara itu, penanganan kebakaran masih berlanjut. Kepastian mengenai luas kawasan terdampak dan penyebab kebakaran menunggu api benar-benar padam dan proses pemetaan selesai. (cit)