BMKG Minta Warga Tak Panik soal Sesar Aktif Pasuruan-Surabaya-Bangkalan

oleh -66 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Foto: dok BMKG

KILASJATIM.COM, Surabaya – BMKG meminta masyarakat tidak panik menyikapi temuan sesar aktif yang melintas dari Pasuruan, Surabaya, hingga Bangkalan, Jawa Timur. Masyarakat diminta tetap tenang sekaligus meningkatkan kewaspadaan karena gempa bumi belum bisa diprediksi kapan akan terjadi.

Plh Deputi Geofisika sekaligus Deputi Klimatologi BMKG Ardhasena mengatakan informasi mengenai sesar aktif perlu disikapi dengan mitigasi, bukan kepanikan.

“Sebab itu masyarakat diimbau untuk tenang dan tetap waspada,” kata Ardhasena dalam keterangannya yang dikutip, Rabu (9/9/2026).

Ardhasena juga mengingatkan masyarakat tidak mudah mempercayai informasi terkait gempa yang belum terverifikasi. Informasi mengenai potensi gempa sebaiknya mengacu pada sumber resmi BMKG.

Selain itu, masyarakat dapat melakukan mitigasi secara mandiri. Salah satunya memastikan bangunan memiliki konstruksi yang lebih tahan terhadap guncangan gempa.

Mitigasi juga bisa dilakukan dengan menata interior rumah agar aman, memahami rambu dan jalur evakuasi, serta rutin berlatih evakuasi mandiri.

BMKG sebelumnya menjelaskan terdapat sejumlah jalur sesar aktif di Jawa Timur yang telah diterbitkan Pusat Studi Gempa Nasional (PusGen). Salah satunya Sesar Java Back-arc thrust yang melintas wilayah Surabaya.

Sesar tersebut memiliki potensi magnitudo maksimum hingga M 6,7.

Selain itu, terdapat Sesar Pasuruan dengan potensi magnitudo maksimum M 6,4.

Di wilayah Bangkalan, terdapat dua jalur sesar, yakni RMKS-Baliga dan RMKS-Somorkoneng. Keduanya memiliki potensi magnitudo maksimum masing-masing M 6,7 dan M 6,5.

Meski terdapat potensi tersebut, informasi mengenai besaran maksimum gempa bukan berarti gempa akan terjadi dalam waktu dekat. BMKG menegaskan waktu terjadinya gempa belum dapat diprediksi.

Penerbitan peta sumber dan bahaya gempa di Indonesia, termasuk Jawa Timur, menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana.

Peta tersebut dapat digunakan sebagai dasar ilmiah dalam penataan ruang dan pembangunan infrastruktur, termasuk perencanaan bangunan yang lebih tahan gempa.

Baca Juga :  Cerah di Surabaya dan Malang, Hujan Ringan di Probolinggo dan Jombang

Bagi masyarakat, keberadaan sesar aktif menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan. Bukan untuk memicu kepanikan, tetapi agar risiko ketika gempa benar-benar terjadi dapat ditekan. (cit)