SMP Negeri 3 Bondowoso Lolos Nominator JJI Award 2026 Lewat Inovasi AMUNISI SPAGA

oleh -340 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Komitmen membangun budaya literasi di lingkungan sekolah mengantarkan UPTD SPF SMP Negeri 3 Bondowoso meraih prestasi di tingkat Provinsi Jawa Timur. Melalui inovasi AMUNISI SPAGA (Arisan Ilmu SMP Negeri 3 Bondowoso), sekolah tersebut berhasil lolos sebagai nominator Jatim Jagad Inovasi Award (JJI Award) 2026, ajang inovasi yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur.

Capaian tersebut sekaligus menjadikan SMP Negeri 3 Bondowoso sebagai satu-satunya sekolah yang mewakili Kabupaten Bondowoso dalam kompetisi inovasi tingkat provinsi.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa inovasi pendidikan yang lahir dari daerah mampu berkembang dan bersaing di tingkat Jawa Timur. AMUNISI SPAGA dirancang sebagai upaya memperkuat budaya membaca sekaligus mendorong peserta didik untuk aktif berbagi pengetahuan.

Melalui berbagai kegiatan yang melibatkan siswa secara langsung, program tersebut tidak hanya mendorong peningkatan minat baca, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan berkomunikasi, serta keberanian siswa dalam menyampaikan gagasan.

Dampak positif yang ditunjukkan melalui pelaksanaan program tersebut membuat AMUNISI SPAGA mendapat perhatian tim penilai dan berhasil masuk dalam jajaran nominator inovasi terbaik JJI Award 2026.

Kepala UPTD SPF SMP Negeri 3 Bondowoso, Mohamad Mukhlas, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan AMUNISI SPAGA merupakan hasil kerja keras sekaligus kolaborasi seluruh warga sekolah dalam menghadirkan inovasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas capaian ini. AMUNISI SPAGA lahir dari semangat bersama untuk membangun budaya literasi yang kuat di sekolah. Kami berharap inovasi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta didik kami, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk terus berinovasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tahapan presentasi dan penilaian Jatim Jagad Inovasi Award 2026 dijadwalkan berlangsung pada 10 September 2026. Dalam menghadapi tahapan tersebut, Tim Inovasi AMUNISI SPAGA akan mendapatkan pendampingan dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Bondowoso.

Baca Juga :  TPG 13 dan 14 Guru Bondowoso Sudah Cair Sejak 29 Desember, Pemkab Klaim Lebih Cepat dari Daerah Lain

Menurut Mukhlas, dukungan dan pendampingan Bapperida menjadi energi tambahan bagi tim untuk mempersiapkan diri menghadapi penilaian di tingkat provinsi. Kolaborasi tersebut juga menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong lahirnya inovasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya di sektor pendidikan.

Mukhlas turut menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Bapperida Kabupaten Bondowoso, para guru, tenaga kependidikan, siswa, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap perjalanan AMUNISI SPAGA hingga berhasil mencapai tahap nominasi.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan pendampingan. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama yang menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkarya dan menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi dunia pendidikan,” katanya.

Ia pun mengajak masyarakat Bondowoso untuk memberikan doa dan dukungan kepada Tim Inovasi AMUNISI SPAGA yang akan menjalani tahapan presentasi dan penilaian di tingkat provinsi.

“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Bondowoso. Pada 10 September 2026 nanti kami akan mengikuti tahapan presentasi dan penilaian di tingkat provinsi dengan pendampingan dari Bapperida Kabupaten Bondowoso. Semoga AMUNISI SPAGA dapat memberikan hasil terbaik dan membawa nama baik Bondowoso di tingkat Jawa Timur,” tuturnya.

“Ini bukan sekadar kompetisi, tetapi kesempatan untuk menunjukkan bahwa inovasi pendidikan dari Bondowoso mampu bersaing dan memberi inspirasi,” imbuhnya.

Masuknya AMUNISI SPAGA sebagai nominator JJI Award 2026 menjadi bukti bahwa budaya literasi yang dibangun secara konsisten dapat melahirkan inovasi sekaligus prestasi.

Dari lingkungan sekolah dan ruang-ruang kelas SMP Negeri 3 Bondowoso, inovasi tersebut kini siap membawa nama Bondowoso bersaing di panggung inovasi pendidikan tingkat Provinsi Jawa Timur.(wan)