Rektor Unusa: IPK Tinggi Tak Cukup untuk Sukses di Dunia Kerja

oleh -363 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Prof. Tri Yogi Yuwono, mengingatkan calon wisudawan bahwa IPK tinggi bukan satu-satunya modal untuk memenangkan persaingan dunia kerja. Pesan tersebut disampaikan saat pembekalan calon wisudawan periode September 2026 di Kampus B Unusa, Kamis (27/8/2026). Kegiatan bertema: Financial Literacy & Job Readiness Skill, itu merupakan kolaborasi Unusa dengan KADIN Jawa Timur, Kadin Institute, dan Plan International Indonesia.

Menurut Prof. Tri Yogi Yuwono, perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), dan otomatisasi membuat dunia kerja bergerak semakin cepat. Lulusan membutuhkan kemampuan komunikasi, berpikir kritis, beradaptasi, dan bekerja dalam tim. “IPK yang tinggi hanya akan mengantarkan kalian sampai ke meja wawancara kerja. Namun, job readiness skill atau kesiapan kerja yang menentukan apakah kalian akan diterima, bertahan, dan sukses mendaki puncak karier,” terang Prof. Tri Yogi.

Selain kesiapan kerja, ia menekankan pentingnya literasi keuangan bagi lulusan yang mulai memperoleh penghasilan. Kemudahan paylater, pinjaman daring, dan dorongan gaya hidup di media sosial dinilai perlu disikapi secara bijak. “Literasi keuangan bukan tentang seberapa besar uang yang berhasil kalian hasilkan, melainkan seberapa bijak dan bertanggung jawab kalian mengalokasikannya,” ujarnya.

Prof. Tri Yogi juga meminta calon lulusan menjaga integritas, adab, empati, solidaritas, dan sikap menghormati sesama. Menurutnya, kompetensi profesional harus berjalan beriringan dengan karakter. “Industri akan menghormati kalian bukan hanya karena kalian cakap bekerja, tetapi karena kalian adalah manusia yang berintegritas dan beradab mulia,” tegasnya.

Ia berharap pembekalan tersebut menjadi bekal praktis bagi calon wisudawan untuk memasuki dunia profesional, mengelola penghasilan, beradaptasi dengan perubahan, serta tetap membawa nama baik almamater. “Universitas tidak ingin melepas kalian ke masyarakat tanpa bekal yang matang,” pungkas Prof. Tri Yogi.(tok)

Baca Juga :  Elisa Naomi T. Tak Khawatir Munculnya AI