Nonton Bareng Konten Kreator Jatim, Ning Lia: Istimewa Sarat Pesan Humanisme

oleh -331 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pesan humanisme kuat terasa dalam kegiatan Nonton Lebih Awal Film Istimewa yang digelar di Pakuwon XXI, Surabaya, Sabtu (15/8/2026).

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, hadir bersama sejumlah konten kreator se-Jawa Timur untuk menyaksikan film yang mengangkat kisah perjuangan lima anak penyandang disabilitas. Tampak pula Purnomo atau yang dikenal sebagai “Polisi Baik” serta sejumlah kreator konten lainnya.

Mengenakan atasan batik merah, Ning Lia memberikan dukungan terhadap film yang dijadwalkan resmi tayang pada 17 September 2026 tersebut. Sejumlah pemain film juga hadir dalam agenda nonton lebih awal itu.

Film Istimewa mengangkat kisah nyata perjuangan lima anak penyandang disabilitas bersama sosok ayah mereka, Abdullah Mansuri atau yang akrab disapa Ayah Mans.

Film tersebut tidak sekadar bercerita tentang keterbatasan. Lebih jauh, Istimewa mengangkat nilai keluarga, kemandirian, ketangguhan, integritas, serta pentingnya kehadiran dan kepedulian antar sesama.

Ayah Mans berharap film tersebut dapat mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap penyandang disabilitas.

“Saya ucapkan terima kasih kepada DPD RI Lia Istifhama yang berkenan menonton film ini. Yang peduli dan sayang dengan anak-anak istimewa,” kata Ayah Mans.

Ia berharap penonton tidak hanya terbawa emosi setelah menyaksikan film, tetapi juga membawa pesan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

“Setelah menonton Istimewa, saya berharap kita bisa pulang dengan cara melihat yang sedikit berbeda. Jangan hanya melihat teman-teman istimewa dari kondisi mereka, tetapi lihat manusia dan segala hal baik yang ada di dalam dirinya,” ujarnya.

Menurut Ayah Mans, film tersebut akan memiliki makna lebih besar apabila mampu mengubah cara masyarakat dalam memandang dan memperlakukan penyandang disabilitas.

“Kalau itu mulai terjadi, berarti film ini sudah melakukan sesuatu,” imbuhnya.

Baca Juga :  Krista Exhibitions Group Gelar Surabaya Printing Expo 2026, Pertemukan  Ratusan Perusahaan Penyedia Teknologi Percetakan Modern 

Sementara itu, Lia Istifhama menilai Istimewa membawa sejumlah pesan humanisme yang sangat relevan dengan kehidupan masyarakat.

Menurut senator asal Jatim tersebut, film ini mengajak masyarakat melihat manusia secara utuh, bukan berdasarkan kekurangan maupun kondisi fisiknya.

“Ada beberapa nilai humanis yang bisa kita ambil dari film ini. Salah satunya adalah jangan pernah merasa sendiri atau loneliness, karena selalu ada keluarga dan orang-orang yang peduli serta memikirkan kita,” ujar Ning Lia.

Ia juga menilai kisah dalam film tersebut mengajarkan pentingnya ketangguhan dan kemandirian. Namun, menurutnya, mandiri bukan berarti harus menjalani semuanya seorang diri.

“Kalau kita mengetahui adanya kejahatan human trafficking, kita harus tegas peduli dan melaporkannya kepada pihak berwajib. Kepedulian tidak cukup hanya dengan merasa kasihan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan,” tegasnya.

Melalui film Istimewa, Ning Lia berharap masyarakat semakin terbuka dalam melihat keberagaman manusia. Keterbatasan bukan alasan untuk menghilangkan kesempatan seseorang untuk berkarya, mandiri, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.(FRI)