Krista Exhibitions Group Gelar Surabaya Printing Expo 2026, Pertemukan  Ratusan Perusahaan Penyedia Teknologi Percetakan Modern 

oleh -145 Dilihat
Press conference jelang pelaksanaan Surabaya Printing Expo 2026 di Grand City Convex, Jumat (3/7/2026). (kilasjatim.com/nova) 

KILASJATIM. COM, Surabaya – Tahun ini kembali  Krista Exhibitions Group menggelar  Surabaya Printing Expo 2026, pameran industri percetakan terbesar di Indonesia Timur yang memasuki penyelenggaraan ke-19.  Pameran ini digelar sebagai respons terhadap perkembangan positif industri percetakan di Jawa Timur yang didorong pertumbuhan sektor manufaktur, industri kemasan, serta ekonomi kreatif di wilayah Indonesia Timur.

Pameran akan berlangsung pada 8–11 Juli 2026 di Grand City Convention Center, Surabaya, dengan menampilkan berbagai inovasi teknologi, mesin, peralatan, material, serta solusi percetakan terkini dari pelaku industri dalam dan luar negeri. Surabaya Printing Expo 2026 mempertemukan ratusan perusahaan penyedia teknologi mesin cetak global.

CEO Krista Exhibition Daud D Salim berharap agenda tahunan tersebut dapat menjadi platform strategis yang mempertemukan produsen, distributor, pelaku usaha, desainer, hingga profesional industri untuk memperluas jejaring bisnis, mempercepat adopsi teknologi, dan mendorong pertumbuhan industri percetakan nasional, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

“Penyelenggaraan Surabaya Printing Expo 2026 menjadi momentum strategis bagi para pelaku industri untuk memperkenalkan perkembangan teknologi percetakan terkini, menawarkan solusi produksi yang lebih inovatif dan berdaya saing, serta menjalin kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan,” kata Daud saat  press conference, Jumat (3/7/2026).

Surabaya Printing Expo 2026 akan diikuti lebih dari 150 peserta, termasuk 10 pelaku UMKM, dengan target 15.000 pengunjung selama empat hari penyelenggaraan. Pengunjung akan disuguhi pengalaman langsung melihat beragam teknologi mesin cetak mutakhir mulai dari digital printing, offset printing, hingga teknologi cetak masa depan seperti pencetakan 3D printing, UV printing, dan web-based printing system yang kini semakin canggih, cepat, dan hemat biaya.

“Pameran ini menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan inovasi, dunia usaha, dan para pelaku industri untuk bersama-sama mendorong percepatan transformasi sektor percetakan nasional,” kata Daud.

Baca Juga :  Riset Populix : Ekonomi Indonesia Pulih Pasca Gelombang Ke Dua Pandemi Covid -19

Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Yudi Ariyanto, mengatakan industri percetakan memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai sektor manufaktur.

“Hampir seluruh sektor industri membutuhkan jasa percetakan, mulai dari makanan dan minuman, farmasi hingga berbagai produk lainnya. Karena itu, industri percetakan ikut menopang pertumbuhan industri pengolahan di Jawa Timur,” ujarnya.

Hal ini sejalan dengan proyeksi stabilitas pertumbuhan pasar digital printing nasional yang diperkirakan bakal mencapai 3,39 persen pada tahun 2027 mendatang.

Sementara berdasarkan data historis Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, terdapat lebih dari 978 industri skala sedang dan besar yang bergerak di sektor manufaktur termasuk percetakan, dilengkapi pula ribuan unit pelaku UMKM di provinsi ini.

Didukung transformasi digital melalui program Making Indonesia 4.0 serta pertumbuhan sektor UMKM dan e-commerce, Jawa Timur menjadi salah satu pasar strategis bagi perkembangan industri percetakan nasional.

Kondisi tersebut mendorong peningkatan kebutuhan akan kemasan produk, label, media promosi, dan layanan digital printing.

Pada saat ini, pelaku industri pun memilih berinvestasi pada teknologi percetakan yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan.

Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), Ahmad Mughira Nurhani, menilai kondisi ekonomi saat ini membuat pelaku usaha harus semakin cermat mengelola biaya produksi.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu cara menjaga daya saing industri.”Teknologi terbaru mampu meningkatkan efisiensi energi, mengurangi limbah, sekaligus mempercepat proses produksi. Efisiensi menjadi faktor penting agar pelaku usaha tetap kompetitif,” katanya.

Selain menghadirkan pameran teknologi dan produk unggulan, Surabaya Printing Expo 2026 juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop yang melibatkan praktisi industri, akademisi, serta pelaku usaha.

Baca Juga :  Pemkot Surabaya Imbau Warga Tak Buang Limbah Rumen Hewan Kurban di Sungai

Rangkaian kegiatan tersebut membahas perkembangan teknologi, transformasi digital di industri percetakan, hingga berbagai inovasi yang mendukung daya saing dan pertumbuhan bisnis.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan memperoleh wawasan baru, memperluas jejaring, serta membuka peluang kolaborasi untuk mengembangkan usaha di era digital.

Salah satu seminar yang digelar bertajuk “Dari Ide ke Merchandise: Workshop Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Desain Merchandise Kreatif”  yangb akan membahas pemanfaatan teknologi AI dalam menciptakan desain merchandise yang inovatif, mempercepat proses kreatif, serta meningkatkan efisiensi pengembangan produk.

Seminar mengangkat tema “Strategi UMKM Naik Kelas Melalui Bisnis Kreatif & Kemasan Produk”, yang akan mengupas strategi membangun daya saing UMKM melalui inovasi bisnis kreatif, penguatan branding, serta pengembangan kemasan produk yang menarik dan bernilai tambah sehingga mampu meningkatkan daya saing di pasar.

Program acara ini dirancang untuk membahas berbagai isu strategis, mulai dari perkembangan teknologi, transformasi digital di industri percetakan, hingga inovasi yang mendukung daya saing dan pertumbuhan bisnis.

Melalui acara ini, peserta diharapkan memperoleh wawasan baru, memperluas jejaring, serta membuka peluang kolaborasi yang dapat mendorong perkembangan usaha di era digital.

Dalam rangkaian Surabaya Printing Expo 2026, akan diselenggarakan seminar dan workshop inspiratif yang ditujukan bagi pelaku UMKM, pelaku industri kreatif, desainer, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Pameran Surabaya Printing Expo 2026 mendapat dukungan dari PPGI – Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia, asosiasi yang menaungi sekitar 600 perusahaan grafika yang tersebar di 23 provinsi di Indonesia. Dukungan tersebut semakin memperkuat posisi Surabaya Printing Expo (SPE) 2026 sebagai salah satu ajang strategis bagi perkembangan industri percetakan nasional, khususnya di kawasan Indonesia Timur. (nov)