AI untuk Sampah Rumah Tangga, Tim Mahasiswa Raih Bronze Medal

oleh -370 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gagasan pemanfaatan artificial intelligence (AI) untuk membantu masyarakat menangani sampah rumah tangga mengantarkan tim mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya meraih Bronze Medal dalam Jogja Essay Competition (JEC) 2026.

Tim yang terdiri dari Fadli Bilal Afifudin, mahasiswa Sistem dan Teknologi Informasi semester 7, dan Aura Cantika Djuliandra A.L., mahasiswa Psikologi semester 5, mengusung Lestarify, chatbot lingkungan yang dirancang memberikan informasi dan solusi pengelolaan lingkungan berbasis data dan referensi ilmiah.

Kompetisi berlangsung di Universitas Gadjah Mada (UGM), 25–26 Juli 2026, dan diikuti mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi. Untag Surabaya mengirim sembilan tim. Delapan tim meraih Bronze Medal, sedangkan satu tim lainnya meraih Gold Medal.

Lestarify dikembangkan dengan menggabungkan perspektif teknologi dan psikologi. Bilal mengembangkan sisi teknologi, sementara Aura memperkuat pendekatan perilaku manusia agar solusi yang diberikan AI tetap mempertimbangkan kesadaran dan kebiasaan masyarakat. “Bilal membawa unsur teknologi, sedangkan saya membawa perspektif psikologi, khususnya perilaku manusia,” terang Aura Cantika Djuliandra A.L., mahasiswa Program Studi Psikologi Untag Surabaya.

Gagasan tersebut berangkat dari persoalan sampah rumah tangga yang masih membutuhkan solusi praktis. Pengguna Lestarify nantinya dapat menyampaikan persoalan lingkungan yang dihadapi dan memperoleh rekomendasi yang dapat diterapkan.

Keduanya juga menekankan pentingnya penggunaan AI secara bijak. Menurut Aura, teknologi seharusnya membantu meningkatkan kesadaran masyarakat, bukan membuat manusia bergantung sepenuhnya pada AI. Proses penyusunan paper dilakukan di tengah kesibukan perkuliahan. Bilal sebelumnya telah menyusun sekitar separuh paper sebelum mengajak Aura bergabung untuk memperkuat perspektif psikologi. Keduanya kemudian melakukan penyesuaian data, referensi, pendahuluan, hingga validasi gagasan.

Bagi Aura, JEC menjadi pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi sejenis. Sementara Bilal telah beberapa kali mengikuti kompetisi dan menjadikan ajang tersebut sebagai pembelajaran untuk menyusun gagasan yang sesuai dengan tema dan kebutuhan masyarakat. “Dari awal saya memang ingin juara. Saya ingin membanggakan universitas, program studi, dan tim yang bekerja bersama saya,” kata Fadli Bilal Afifudin, mahasiswa Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi Untag Surabaya.

Baca Juga :  Buka Munas APEKSI, Bima Arya Soroti Belanja Mubazir Daerah: Efisiensi Itu Investasi

Keduanya berharap pengalaman tersebut mendorong mahasiswa lain berani mengikuti kompetisi sekaligus mengubah ilmu yang diperoleh di bangku kuliah menjadi gagasan yang memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.(tok)