Buka Munas APEKSI, Bima Arya Soroti Belanja Mubazir Daerah: Efisiensi Itu Investasi

oleh -1019 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyebut Kota Surabaya sebagai salah satu kota dengan kapasitas fiskal terkuat di Indonesia.

“Ada sekitar 10 hingga 11 kota di Indonesia yang Pendapatan Asli Daerah (PAD)-nya lebih besar daripada dana transfer dari pusat. Surabaya salah satunya,” ujar Bima Arya saat memberikan sambutan dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Grand City Surabaya, Kamis (8/5/2025).

Bima menargetkan, tahun 2045 mendatang, ada sekitar 90 lebih kota yang memiliki kapasitas fiskal yang mandiri dan kuat.

“Mimpi kita di tahun 2045 adalah 98 kota di Indonesia memiliki kekuatan fiskal yang terus meningkat dari tahun ke tahun,” ungkapnya.

Menurut Bima, target tersebut dapat tercapai melalui kebijakan efisiensi anggaran yang kini sudah mulai diterapkan oleh pemerintah pusat hingga daerah.

“Efisiensi itu bukan semata-mata pemangkasan. Itu adalah investasi jangka panjang, membangun budaya baru, cara kerja baru, dan menghapus belanja-belanja yang tidak perlu agar ruang fiskal menjadi lebih kokoh,” jelasnya.

Ia memaparkan, salah satu hasil konkret efisiensi adalah pengurangan anggaran perjalanan dinas di tingkat kota, kabupaten, dan provinsi sebesar Rp 10 triliun.

“Semula anggarannya Rp 44 triliun, sekarang turun menjadi Rp 34 triliun,” ungkapnya.

Ia juga menyebut efisiensi anggaran juga terlihat dalam anggaran untuk kegiatan seremonial juga mengalami pemangkasan sebesar Rp 3 triliun, dari Rp 48 triliun menjadi Rp 45 triliun.

“Kami paham ada banyak catatan dan pertanyaan. Tapi Kemendagri terus berikhtiar maksimal agar visi dan misi para kepala daerah berjalan seiring dengan target Presiden.” ujar mantan Wali Kota Bogor ini.

Baca Juga :  Persebaya–Citicon Bangun Fasilitas Kampung, Perkuat Lingkungan Warga Panjang Jiwo

Sebelum mengakhiri sambutannya, Bima mengingatkan seluruh kepala daerah untuk terus memperkuat sinergi dan komunikasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Bangun hubungan yang mesra dan kekeluargaan dengan Forkopimda. Banyak persoalan bisa selesai jika Forkopimda solid dan kompak dengan kepala daerah,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.