Jatim-Maroko Bahas Beasiswa hingga Kerja Sama Smart City

oleh -59 Dilihat
Oleh
Frizal
Reporter
Khofifah Bertemu Dubes Maroko, Bahas Beasiswa dan Smart City. (Foto: Frizal/kilasjatim.com)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka peluang kerja sama baru dengan Kerajaan Maroko, mulai dari program beasiswa bagi pelajar asal Jatim hingga pengembangan smart city. Kerja sama itu dibahas saat Khofifah menerima kunjungan Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, H.E. Redouane Houssaini, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (3/8/2026) malam.

Selain Dubes Maroko, pertemuan juga dihadiri Konsul Kehormatan Maroko di Surabaya, Djamal Ghozi Basmeleh. Kedua pihak membahas sejumlah sektor strategis, mulai perdagangan, industri manufaktur, pertanian, perikanan, pendidikan, hingga teknologi perkotaan.

Khofifah mengatakan salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah rencana pemberian beasiswa dari Pemerintah Maroko bagi pelajar Jawa Timur. Saat ini kedua belah pihak tengah menyiapkan nota kesepahaman (MoU) sebagai landasan pelaksanaan program tersebut.

“Pembahasannya sangat produktif, mulai dari perdagangan, industri manufaktur, sektor agro, perikanan, pendidikan termasuk beasiswa ke Maroko, hingga berbagai kerja sama strategis lainnya,” kata Khofifah.

Tak hanya pendidikan, pertemuan juga membahas peluang kemitraan pengembangan smart city antara Surabaya dan Kota Tangier, Maroko. Kolaborasi itu diharapkan menjadi pintu masuk kerja sama teknologi sekaligus penguatan hubungan antardaerah.

Duta Besar Maroko H.E. Redouane Houssaini menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia juga menyampaikan belasungkawa atas musibah kebakaran kapal yang terjadi di perairan Madura.

Houssaini menilai Jawa Timur memiliki potensi besar untuk memperluas kerja sama dengan Maroko, tidak hanya di sektor ekonomi dan perdagangan, tetapi juga pertukaran budaya, pendidikan, serta pengembangan kota pintar.

“Kami mendiskusikan peluang kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, pertukaran budaya, pendidikan, termasuk kemitraan smart city antara Surabaya dan Tangier. Kami berharap kerja sama ini memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ujarnya.

Baca Juga :  Jelang Musim Hujan, Pemkot Surabaya Tingkatkan Perantingan untuk Minimalisir Pohon Tumbang

Dalam kesempatan itu, Houssaini juga memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Khofifah, khususnya dalam pemberdayaan perempuan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Khofifah menilai hubungan Indonesia dan Maroko memiliki ikatan sejarah yang panjang, sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga era Konferensi Asia-Afrika. Menurutnya, hubungan tersebut menjadi modal penting untuk memperluas kolaborasi di berbagai bidang.

Ia juga menyinggung sejarah pendidikan di Maroko yang melahirkan tokoh perempuan inspiratif, Fatimah al-Fihri dan Maryam al-Fihri, yang dikenal berperan dalam pendirian salah satu lembaga pendidikan tertua di dunia.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih konkret, mulai dari peningkatan perdagangan, program beasiswa, pertukaran budaya, hingga pengembangan teknologi perkotaan yang dapat memberikan manfaat bagi Jawa Timur dan Maroko. (FRI/cit)