KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Pelaksanaan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 tak hanya menyedot perhatian wisatawan, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi. Selama empat hari penyelenggaraan, transaksi business matching yang melibatkan pelaku UMKM mencapai Rp 1,22 miliar, dengan potensi pembiayaan usaha hingga Rp 2,8 miliar.
Capaian tersebut diraih melalui kolaborasi BEC dengan Sekarkijang Creative Festival (SCF) yang digelar Bank Indonesia (BI) Jember pada 16-19 Juli 2026. Sebanyak 624 UMKM dilibatkan untuk memamerkan sekaligus memasarkan produknya.
Deputi Kepala Perwakilan BI Jember Achmad mengatakan kolaborasi tersebut tidak hanya meningkatkan nilai transaksi, tetapi juga memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha.
“Kolaborasi BEC dengan SCF melibatkan lebih dari 624 UMKM, menarik lebih dari 9.000 pengunjung, serta membukukan transaksi business matching lebih dari Rp 1,22 miliar. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (21/7/2026).
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan BEC telah berkembang menjadi lebih dari sekadar ajang budaya. Event ini juga menjadi penggerak ekonomi karena turut menghidupkan aktivitas UMKM, pedagang kaki lima, pelaku kuliner, transportasi, hingga sektor perhotelan.
“Yang terpenting, BEC mampu memfasilitasi UMKM dan pedagang kecil agar ikut merasakan manfaat ekonomi dari penyelenggaraan event,” kata Ipuk.
Antusiasme masyarakat juga terlihat dari membludaknya pengunjung. Lebih dari 100 ribu orang memadati kawasan karnaval selama BEC 2026, sehingga memberikan efek berganda terhadap aktivitas ekonomi masyarakat Banyuwangi. (cit)
