KILASJATIM.COM, Bondowoso – Di balik hamparan sawah Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari, tumbuh sebuah harapan besar. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Citra Abadi, potensi pertanian desa perlahan menjelma menjadi kekuatan ekonomi yang mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat.
Dengan produksi beras yang mencapai sekitar tiga ton setiap bulan, BUMDes Citra Abadi terus menjaga konsistensi kualitas sekaligus memperluas jaringan pemasaran. Beras hasil produksi petani lokal saat ini dipasarkan kepada para pedagang dengan harga Rp14.500 per kilogram, sementara di tingkat eceran dijual sekitar Rp16.000 per kilogram.
Ketua BUMDes Citra Abadi, Latifah, mengatakan kunjungan Wakil Menteri ke Desa Lombok Kulon menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi desa kepada khalayak yang lebih luas. Menurutnya, perhatian dari pemerintah pusat diharapkan membuka jalan agar produk unggulan desa mampu bersaing di pasar nasional.
“Kami saat ini bisa menghasilkan sekitar tiga ton beras setiap bulan. Dengan kedatangan Wamen, kami berharap Desa Lombok Kulon, khususnya hasil usaha BUMDes, bisa lebih dikenal secara nasional melalui produk-produk unggulan yang kami miliki,” ujar Latifah.
Tak ingin berhenti sebagai produsen beras biasa, BUMDes Citra Abadi kini menyiapkan lompatan baru melalui pengembangan beras premium. Langkah tersebut diyakini akan meningkatkan nilai jual hasil panen petani sekaligus menjawab kebutuhan pasar yang semakin mengutamakan kualitas.
Inovasi itu juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang BUMDes dalam membangun ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan. Dengan memaksimalkan potensi pertanian serta melibatkan masyarakat dalam setiap proses usaha, BUMDes Citra Abadi optimistis mampu menciptakan produk yang memiliki daya saing tinggi.
Harapannya, beras produksi Desa Lombok Kulon tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Bondowoso, tetapi juga mampu dikenal sebagai salah satu produk unggulan daerah yang memiliki kualitas untuk bersaing di pasar nasional. Semangat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan dukungan pemerintah pusat menjadi modal penting untuk mewujudkan cita-cita tersebut.
