Kementerian Transmigrasi Luncurkan Konsep ‘Transmigrasi Digital’ di FYC Fest 2026

oleh -327 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Transmigrasi resmi memulai babak baru dalam kebijakan pemerataan penduduk nasional. Mengubah pola konvensional, kini pemerintah mengarahkan kebijakan melalui konsep Transmigrasi Digital yang menempatkan teknologi dan ekonomi digital sebagai penggerak utama pembangunan kawasan.

Konsep inovatif ini diperkenalkan langsung oleh Menteri Transmigrasi RI, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, saat membuka FYC Fest 2026: Festival Ekosistem Digital di Convention Hall, Tunjungan Plaza 3, Surabaya, Sabtu (11/7/2026).

Berbeda dengan pola lama yang sekadar berfokus pada perpindahan fisik masyarakat, pendekatan Transmigrasi Digital diarahkan untuk membangun kawasan ekonomi produktif berbasis inovasi. Kawasan transmigrasi masa depan diproyeksikan tidak hanya menjadi sentra pertanian, tetapi juga pusat pertumbuhan sektor perkebunan, pertambangan, hingga pariwisata yang terintegrasi dengan teknologi digital.

“Teknologi harus menjadi instrumen untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas akses pasar, sehingga kawasan transmigrasi mampu bersaing hingga tingkat global,” ujar Menteri Iftitah dalam sambutannya.

Langkah ini terbukti efektif melalui program pendampingan yang telah berjalan, di mana produk pertanian dari kawasan transmigrasi berhasil mengalami peningkatan nilai jual hingga enam kali lipat setelah melalui penguatan rantai pemasaran digital dan proses pengolahan.

Untuk mempercepat implementasi Transmigrasi Digital, Kementerian Transmigrasi menggandeng 10 perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia, yaitu:

  • UI, ITB, IPB, UGM, ITS, Undip, Unpad, Universitas Brawijaya, Unair, dan Unhas.

Selain kolaborasi akademis, pemerintah juga meluncurkan Tim Ekspedisi Patriot sebagai program akselerasi peningkatan kualitas SDM di kawasan transmigrasi. Program ini disambut antusiasme tinggi dengan total 10.359 pendaftar, di mana 1.476 peserta dinyatakan lolos seleksi.

Dukungan Jawa Timur dan Konsep Gerbang Baru Nusantara

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang turut hadir dalam acara tersebut menyambut positif langkah ini. Menurutnya, transformasi digital adalah kunci utama untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang saat ini telah mencapai kisaran Rp3.000 triliun per tahun.

Baca Juga :  Daging Sapi dan Telur Ayam Kampung Naik, Bawang Merah Turun

Emil menekankan pentingnya mengubah peran masyarakat dari sekadar pengguna teknologi menjadi pelaku utama ekonomi digital.

“Kita harus menciptakan lebih banyak inovator dan pelaku usaha digital. Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas menjadi kunci agar ekonomi digital terus berkembang,” tegas Emil.

Ia juga menambahkan bahwa konsep Gerbang Baru Nusantara diharapkan mampu menciptakan hubungan ekonomi yang berkelanjutan antara daerah asal dan kawasan transmigrasi melalui investasi teknologi serta kolaborasi bisnis.

FYC Fest 2026: Wadah Konektivitas Ekonomi Kreatif

Penyelenggaraan FYC Fest Surabaya 2026 yang berlangsung pada 10–12 Juli 2026 menjadi momentum penting bagi penguatan ekosistem digital nasional. Direktur FYC Group, Kenneth Symour, menjelaskan bahwa festival ini dirancang untuk menghubungkan kreator, bisnis, media, dan komunitas demi dampak ekonomi yang nyata.

“Ekonomi kreator saat ini tidak lagi hanya berlangsung di ruang digital. Konten dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan destinasi hingga menciptakan peluang ekonomi baru,” kata Kenneth.

Perwakilan FYC Fest Surabaya, Fabienne Nicole, menambahkan bahwa Surabaya dipilih sebagai kota pertama karena potensi ekonomi kreatifnya yang masif. Ke depan, acara yang menghadirkan program seperti FYCreator Academy, workshop, hingga business matching ini akan diekspansi ke berbagai kota lain untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi digital di Asia Tenggara.(ara)