Tak Lolos Jalur Domisili, Siswa Masih Bisa Daftar SPMB SMA/SMK Tahap 2

oleh -2985 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Dinas Pendidikan Provinsi Jatim memastikan siswa yang tidak lolos SPMB tahap 1 masih bisa mengikuti atau mendaftar di tahap kedua. (Foto: Ilustrasi/dok kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Calon murid yang belum lolos pada tahap pertama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Jawa Timur 2026 masih memiliki peluang masuk sekolah negeri. Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim akan membuka pendaftaran tahap kedua pada 17-18 Juni 2026 melalui jalur afirmasi, prestasi hasil lomba, dan mutasi.

Sebelumnya, sebanyak 54.056 siswa dinyatakan lolos jalur domisili dari total 213.066 pendaftar pada seleksi tahap pertama yang ditutup 12 Juni lalu. Dari jumlah tersebut, 40.789 siswa diterima di SMA Negeri dan 13.267 siswa diterima di SMK Negeri.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengingatkan siswa yang belum berhasil lolos tidak perlu berkecil hati karena proses penerimaan masih berlanjut.

“Calon murid yang belum berhasil lolos pada tahap pertama tidak perlu berkecil hati karena masih tersedia sejumlah jalur pada tahapan berikutnya,” kata Aries dalam keterangannya yang dikutip, Senin (15/6/2026).

Selain masih adanya tahapan seleksi berikutnya, peluang siswa juga terbuka karena sejumlah sekolah negeri belum memenuhi daya tampung. Dindik Jatim mencatat masih terdapat kekurangan kuota di 284 SMA Negeri dan 47 SMK Negeri.

Pada tahap pertama, jumlah pendaftar mencapai 111.144 calon murid SMA dan 101.922 calon murid SMK. Dari total siswa yang diterima, sebanyak 31.443 calon murid SMA dan 10.506 calon murid SMK berhasil masuk ke sekolah pilihan pertama mereka.

Aries menjelaskan, seleksi jalur domisili tahun ini tidak hanya mempertimbangkan jarak rumah ke sekolah. Penentuan kelulusan dilakukan berdasarkan nilai akhir yang merupakan gabungan nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA), kemudian dilanjutkan dengan pertimbangan jarak domisili, usia, serta waktu pendaftaran.

Memasuki tahap kedua, tersedia sejumlah jalur yang dapat dimanfaatkan siswa. Untuk SMA, kuota afirmasi keluarga tidak mampu sebesar 13 persen, anak buruh dari keluarga tidak mampu 5 persen, penyandang disabilitas 5 persen, serta afirmasi nilai akademik keluarga tidak mampu 7 persen.

Baca Juga :  Harga Cabai Makin 'Pedas', Telur Ayam Kampung Turun

Sementara untuk SMK, kuota afirmasi terdiri dari keluarga tidak mampu sebesar 7 persen, anak buruh dari keluarga tidak mampu 5 persen, dan penyandang disabilitas 3 persen.

Selain itu, tersedia jalur mutasi dengan kuota 2 persen untuk anak guru dan tenaga kependidikan serta 3 persen bagi siswa yang mengikuti perpindahan tugas orang tua atau wali. Adapun jalur prestasi hasil lomba menyediakan kuota 3 persen untuk prestasi nonakademik dan 2 persen untuk prestasi akademik.

Dindik Jatim juga menyiapkan mekanisme pemenuhan kuota bagi sekolah yang masih kekurangan siswa. Seleksi tersebut akan dilakukan setelah tahap 3 untuk SMA dan tahap 4 untuk SMK menggunakan skema jalur prestasi nilai akademik.

Dengan masih terbukanya beberapa jalur penerimaan dan ratusan sekolah yang belum memenuhi pagu, siswa yang belum lolos pada tahap pertama masih memiliki kesempatan untuk bersaing memperebutkan kursi di SMA dan SMK Negeri pada tahapan berikutnya.(cit)