UT Surabaya Bekali Calon Wisudawan dengan Literasi Data Era Digital

oleh -499 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Sebanyak 1.065 calon wisudawan Universitas Terbuka (UT) Surabaya dibekali literasi data melalui seminar nasional guna memperkuat kesiapan mereka menghadapi tantangan dan peluang karier di era digital. Seminar nasional bertema: Literasi Data: Tantangan dan Peluang Lulusan UT Surabaya di Era Digital, digelar di Airlangga Convention Centre, Kampus C Universitas Airlangga Surabaya, Sabtu (18/10/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian wisuda UT Surabaya periode 2025/2026 Ganjil.

Direktur UT Surabaya, Dr. Suparti, menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen kampus untuk memperkaya wawasan calon lulusan sebelum terjun ke masyarakat. “Seminar ini kami selenggarakan untuk memberikan tambahan ilmu kepada alumni yang akan diwisuda besok, agar mereka memiliki bekal pengetahuan ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Dua narasumber dihadirkan dalam kegiatan tersebut, yakni Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Dr. Agus Budhi Santosa, S.Si., M.T., yang membawakan topik: Peluang Emas di Era Digital: Tren Karier Masa Depan Menurut Data Statistik Jawa Timur, serta Manajer Pembelajaran dan Ujian UT Surabaya, Dr. Pismia Sylvi, S.Si., M.Si., dengan topik: Dari Tantangan Menjadi Peluang: Strategi Praktis Lulusan UT Menguasai Literasi Data.

Menurut Suparti, penggabungan seminar dengan kegiatan wisuda bertujuan memperkuat semangat lulusan agar tangguh menghadapi perubahan zaman. “Hal ini sejalan dengan kebijakan UT sebagai Making Higher Education Open to All dan mendukung program Kampus Berdampak yang dicanangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi,” tambah Suparti.

Selain seminar, UT Surabaya juga memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan dunia kerja melalui kegiatan Career Fair 2025 yang digelar pada 7–8 Agustus 2025 di Kampus UT Surabaya. “Melalui Career Fair, mahasiswa dan alumni UT mendapatkan akses luas terhadap berbagai peluang karier serta ruang temu produktif dengan dunia usaha dan industri,” jelas Suparti.

Baca Juga :  Universitas Ciputra Perangi Stunting Lewat Mural dan Kuliner Tempe

Dari sisi akademik, UT terus melakukan transformasi kurikulum agar lebih adaptif terhadap perubahan zaman. Suparti memaparkan, ada tiga pilar utama transformasi tersebut, yakni penguasaan bahasa asing, pembelajaran lintas bidang, dan penguatan kompetensi dengan sertifikasi profesional. “Mahasiswa UT diwajibkan memilih satu dari lima bahasa asing, Inggris, Mandarin, Korea, Jerman, atau Arab, serta diberi kesempatan mengambil mata kuliah di perguruan tinggi lain, baik dalam maupun luar negeri,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa juga akan dibekali sertifikasi kompetensi tertentu agar siap memasuki dunia kerja. “Ini menjadi bagian dari sinergi kampus dengan institusi, dunia usaha, dan industri,” kata Suparti. Langkah tersebut, lanjutnya, diharapkan dapat menjawab tantangan rendahnya literasi digital di Indonesia serta mengurangi fenomena ketidaksesuaian keterampilan antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan pasar kerja. “Sebagai pionir cyber university dan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), UT Surabaya menyiapkan lulusan yang memiliki kemampuan belajar mandiri, mewujudkan lifelong education, serta adaptif menghadapi era digital,” tegasnya.

Dengan bekal literasi data dan jaringan kolaborasi yang luas, Suparti optimistis para lulusan UT Surabaya akan mampu memanfaatkan peluang emas di tengah perubahan tren karier masa kini dan masa depan.(tok)