Pendapatan Turun Rp600 Miliar, Surabaya Tetap Prioritaskan Infrastruktur

oleh -1620 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengajukan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2025 sebesar Rp12,35 triliun. Nota keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) P-APBD disampaikan Wali Kota Eri Cahyadi kepada pimpinan DPRD Surabaya dalam sidang paripurna, Rabu (13/8/2025).

Eri menjelaskan, perubahan anggaran diperlukan karena pendapatan dari belanja opsen pajak turun sekitar Rp600 miliar, terutama dari bagi hasil Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). “Belanja opsen kita turunnya sekitar Rp600 miliar,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan pembangunan infrastruktur tidak boleh berhenti. Untuk menutup kekurangan, Pemkot bersama DPRD menyepakati pembiayaan alternatif melalui Bank Jatim sebesar Rp452 miliar. “Dengan pembiayaan itu, infrastruktur tidak akan pernah berhenti. Infrastruktur adalah penggerak ekonomi,” kata Eri.

Dalam P-APBD 2025, alokasi belanja fungsi infrastruktur tetap 47,74 persen, setara dengan tahun sebelumnya. Fungsi kesehatan mendapat 20,35 persen dan pendidikan 20,91 persen. Anggaran kesehatan mencakup iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan bagi warga.

Eri menekankan pembiayaan alternatif bukan sekadar menutupi penurunan pendapatan, tetapi memastikan program pembangunan berjalan. “Ketika belanja opsen berkurang, otomatis pekerjaan terhenti. Kita harus berani melaksanakan pekerjaan tanpa mengganggu APBD,” tegasnya.

Penurunan pendapatan membuat APBD 2025 menyisakan dana belanja langsung sekitar Rp1,75 triliun, dari total Rp11 triliun lebih setelah mandatory spending. Beban belanja pegawai juga meningkat, dari Rp3 triliun menjadi Rp3,4 triliun akibat penambahan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Meski demikian, Eri menegaskan komitmen untuk tidak mengurangi program infrastruktur demi kesejahteraan warga. “Tidak ada langkah surut. Infrastruktur adalah kunci pergerakan ekonomi,” ujarnya.

Beberapa proyek yang dibiayai pembiayaan alternatif telah berjalan, termasuk pembebasan lahan, pembangunan saluran diversi Gunungsari, peningkatan Jalan Wiyung, dan pemasangan penerangan jalan umum (PJU). Eri memastikan seluruh pekerjaan fisik selesai pada 2025.

Baca Juga :  Gencar Gelar Tes dan Edukasi, Kasus HIV di Surabaya Menurun

“Sebagian besar sudah berjalan. Tinggal pembayaran dan penyelesaian fisik di beberapa titik,” pungkasnya.